“Selebihnya kan dia harus disimpan lewat baterai. Pada saat malam baterai yang main. Nah ini saya lihat, saya kasih gambaran bahwa peluang pasar di Indonesia itu cukup besar,” ucap Bahlil.
Dalam tayangan yang ditampilkan Bahlil, terlihat Prabowo tengah mempresentasikan rencana konsep swasembada energi dengan tenaga surya melalui Koperasi Desa Merah Putih.
Latar foto tersebut terlihat Prabowo tengah mempresentasikan rencana tersebut di kediaman pribadinya, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa PLTS tersebut akan menyuplai listrik untuk kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih dan dalam rangka mendorong percepatan swasembada energi Indonesia.
“Berapa itu kebutuhan baterainya. Dan kita minta baterai-baterai untuk listrik ini semua harus memakai produk Indonesia,” ucap dia. “
“Karena kita akan pakai trek listrik. Kita akan pakai motor listrik. Ini sekaligus untuk mendorong transisi energi dan kedaulatan energi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 47 proyek PLTS yang tersebar di 11 provinsi, dengan kapasitas setrum mencapai 27,8 megawatt (MW).
Prabowo mengatakan proyek PLTS itu bakal menjadi salah satu opsi yang akan dikembangkan pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di sejumlah daerah, khususnya kawasan perdesaan yang belum teraliri listrik.
“Ini akan terus kita lakukan di setiap desa, kita akan jamin mendapatkan listrik,” kata Prabowo saat seremoni peresmian operasi pembangkit secara hibrida, Selasa (26/6/2025).
Rencananya, 47 proyek PLTS anyar itu bakal mengalirkan listrik kepada 47.383 rumah tangga yang terdapat di 47 desa.
Adapun, sebagian besar kapasitas kelistrikan itu berasal dari proyek PLTS Bali Timur yang dikelola PT Medcosolar Bali Timur, kongsi usaha PT Medco Power Indonesia bersama dengan Solar Philippines.
Komitmen pemerintah pusat untuk menaikkan rasio listrik desa belakangan tecermin lewat pagu anggaran yang dialokasikan untuk program ini.
Pemerintah menargetkan 780.000 rumah tangga di seluruh desa dapat mengakses aliran listrik selambatnya pada 2029, melalui program Listrik Desa (Lisdes) yang investasinya ditaksir mencapai Rp50 triliun.
Adapun, program Lisdes ditargetkan untuk mencakup penambahan kapasitas pembangkit listrik sepanjang 294 MW selama kurun 2025—2029.
Dalam paparan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025—2034, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjabarkan peta jalan pendanaan Lisdes untuk masing-masing tahun hingga 2029.
Khusus tahun ini, investasi untuk program Lisdes ditargetkan mencapai Rp4,52 triliun, dengan perincian Rp3,85 triliun untuk pembangunan jaringan listrik perdesaan, Rp0,22 triliun untukk peningkatan jam nyala 24 jam per hari, dan Rp0,45 triliun untuk bantuan pasang baru listrik (BPBL) atau instalasi gratis.
(azr/wdh)






























