Logo Bloomberg Technoz

Harga gandum melonjak setelah penghancuran bendungan dan kerusakan pipa amonia yang dipandang Moskow sebagai kunci negosiasi untuk memperpanjang kesepakatan biji-bijian Laut Hitam.

Ancaman bagi Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia

Penghancuran bendungan besar di Ukraina telah membuka ancaman baru bagi pembangkit nuklir Zaporizhzhia, pembangkit nuklir terbesar di Eropa yang paling berisiko sejak dimulainya perang dengan Rusia.

Bendungan pembangkit listrik tenaga air Kahkovka, yang jebol pada Selasa (06/06/2023) pagi memasok air pendingin ke pembangkit nuklir Zaporizhzhia di tenggara Ukraina. Air tersebut menarik panas dari inti enam reaktor dan dari kolam tempat bahan bakar disimpan.

Sementara tingkat air reservoir menurun, ada pasokan yang cukup untuk membuat bencana radioaktif sangat tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat, kata Jacopo Buongiorno, seorang profesor ilmu dan teknik nuklir di Massachusetts Institute of Technology.

“Mereka memiliki cukup air di lokasi selama berminggu-minggu,” kata Buongiorno dalam sebuah wawancara. Satu selang pemadam akan memberikan pendinginan yang cukup untuk bahan bakar di Zaporizhzhia dan truk pemadam kebakaran sudah ada di fasilitas tersebut, katanya.

Jika diperlukan, truk dapat memompa air dari sungai terdekat dan kolam pendingin di dataran tinggi juga dapat memasok air. Bahkan jika tidak ada air, operator fasilitas dapat menggunakan teknik pendingin udara untuk menarik panas dari bahan bakar, kata Buongiorno.

Batang bahan bakar uranium di reaktor operasi sangat panas dan tanpa pendinginan yang memadai, mereka dapat meleleh atau terbakar. Namun semua reaktor di Zaporizhzhia telah dimatikan selama berbulan-bulan, dan bahan bakarnya tak lagi cukup panas untuk memicu bencana, menurut American Nuclear Society.

Namun, situasinya tetap saja serius, dan Badan Energi Atom Internasional dengan hati-hati memantau potensi risiko pembangkit nuklir di zona perang.

“Kami mengikuti situasi ini dari menit ke menit,” kata Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal IAEA, dalam pernyataan video yang diposting pada Selasa (06/06/2023). “Konsekuensinya mungkin serius.

Respons AS soal Ledakan Bendungan di Ukraina

Presiden Joe Biden mengatakan bantuan Amerika Serikat (AS) ke Ukraina tetap berlanjut setelah ledakan di bendungan besar sisi selatan negara membanjiri desa-desa dan mengancam pasokan air minum dan listrik.

“Kami tidak akan meninggalkan Ukraina,” kata Biden dalam rapat kabinet di Gedung Putih. “Kami akan membantu Ukraina.”

Pada Selasa (6/6/2023) pagi waktu setempat, Gedung Putih mengatakan mereka masih mengevaluasi bantuan yang mungkin dibutuhkan oleh Ukraina setelah ledakan tersebut, serta kesalahan atas serangan.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan, pihaknya belum menentukan apakah Rusia yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Namun AS yakin insiden akan menyebabkan hilangnya nyawa dan mendatangkan malapetaka yang signifikan di wilayah tersebut.

“Yang jelas, dan apa yang benar-benar bisa kami katakan adalah kerusakan yang dialami warga Ukraina dan wilayah tersebut akan signifikan,” kata Kirby. “Kami tahu akan ada korban termasuk kemungkinan korban jiwa.”

(bbn)

No more pages