Logo Bloomberg Technoz

Putra Saidah, Fajri Setiawan, mengambil alih proyek renovasi gedung dan mengubah struktur serta namanya menjadi Menara Saidah. Fajri sendiri merupakan saudara kandung dari Fahmi Darmawansyah, suami aktris terkenal Inneke Koesherawati. Bahkan, resepsi pernikahan keduanya pada tahun 2004 digelar di gedung ini.

Puncak Kejayaan: Kantor Pemerintah hingga Event Besar

Menara Saidah bukan sekadar gedung biasa. Pada puncak kejayaannya, gedung ini sempat dihuni oleh beberapa instansi penting, seperti:

  • Sekretariat Panitia Pemilihan Umum (PPU) 1999, yang kini dikenal sebagai Komisi Pemilihan Umum (KPU)

  • Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia

  • Sejumlah perusahaan swasta dan lembaga vertikal lainnya

Fasilitas modern dan letaknya yang strategis menjadikan Menara Saidah sebagai pilihan utama para pelaku bisnis dan pemerintahan kala itu.

Misteri Penutupan Menara Saidah Tahun 2007

Pada tahun 2007, Menara Saidah resmi ditutup dan tak lagi beroperasi sebagai gedung perkantoran. Berbagai rumor pun mencuat ke publik. Salah satu isu paling santer adalah kemiringan gedung yang dianggap membahayakan keselamatan penghuni.

Namun pihak pengelola, PT Gamlindo Nusa, dengan tegas membantah isu tersebut. Mereka menyatakan bahwa pengosongan terjadi semata-mata karena masa sewa telah habis. Di sisi lain, baik pemilik gedung maupun pihak Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) enggan memberikan klarifikasi terkait struktur bangunan.

Ketidakjelasan informasi ini justru memperkuat berbagai spekulasi, termasuk adanya dugaan masalah konstruksi sejak awal pembangunan.

Keterkaitan Merial Group dengan Kasus Korupsi

Pada tahun 2016, nama Merial Group kembali mencuat ke publik setelah terseret dalam kasus korupsi besar. Anak usahanya, PT Merial Esa, menang tender pengadaan satelit dan drone untuk Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Sayangnya, proyek tersebut tersandung kasus suap yang menyeret Fahmi Darmawansyah, Direktur PT Merial Esa, yang kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun 8 bulan. Perusahaan pun dikenai denda Rp 200 juta dan kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 126 miliar. Ini menjadi preseden karena korporasi tersebut menjadi entitas pertama yang ikut dihukum dalam perkara korupsi di Indonesia.

Menara Saidah Kini: Antara Rencana, Isu Mistis, dan Realita

Ilustrasi Sejarah Menara Saidah (Foto diolah Berbagai Sumber)

Saat ini, Menara Saidah tampak sunyi dan terbengkalai. Banyak orang menyayangkan kondisi tersebut, mengingat potensi lokasi dan desainnya yang unik. Bahkan beredar juga cerita-cerita mistis yang memperkuat aura misterius gedung ini. Namun hingga kini belum ada informasi resmi mengenai rencana renovasi atau pemanfaatan ulang Menara Saidah.

Menara Saidah adalah simbol dari bagaimana sebuah mahakarya arsitektur bisa berubah menjadi bangunan tak berpenghuni karena masalah legalitas, konstruksi, hingga kasus korupsi. Dengan lokasi strategis dan desain ikonik, gedung ini sejatinya masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan kembali.

Pemerintah daerah, investor properti, dan pengembang swasta bisa mempertimbangkan untuk merevitalisasi Menara Saidah menjadi ruang komersial modern, coworking space, atau bahkan museum arsitektur yang menghidupkan kembali kemegahan masa lalu.

(seo)

No more pages

Artikel Terkait