Logo Bloomberg Technoz

Mencermati lebih lanjut, salah satu sebab tren bearish saham UCID yang begitu dalam adalah fundamental perusahaan itu sendiri. Dalam paparannya di keterbukaan, perusahaan menyebut telah terjadi penurunan market share dalam 3 tahun ini untuk produk–produk unggulan– terlebih lagi penurunan terbesar terjadi dalam 1 tahun baru–baru ini. 

“Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkembangnya segmen ekonomi, sementara produk unggulan kami berada di segmen harga menengah yang terdampak oleh tren down–trading akibat penurunan kondisi ekonomi Indonesia,” mengutip penjelasan manajemen UCID dalam materi Public Expose, Selasa.

Saham UCID Cetak Rekor All Time Low sejak Desember 2019 (Bloomberg)

Saat ini, Uni-Charm Indonesia juga berupaya merebut market share melalui brand Fitti (segmen harga ekonomis). Untuk segmen feminine care, tetap berada di posisi unggul, demikian pula pada segmen wellness care. Ketiga segmen utama (baby, feminine, dan wellness) masih menempati peringkat teratas.

Hal tersebut juga tercermin dari laporan keuangan perusahaan terbaru per Kuartal I–2025, UCID melaporkan penurunan laba bersih mencapai 83% menjadi sebesar Rp21,62 miliar dari sebelumnya menyentuh Rp128,56 miliar Kuartal I-2024.

Berdasarkan laporan keuangan, penurunan laba bersih UCID sejalan dengan penurunan pendapatan sebesar 11% menjadi Rp2,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,48 triliun.

Penurunan terjadi pada keseluruhan segmen penjualan, diapers dan non–diapers jatuh masing–masing 12% menjadi Rp1,87 triliun, Sedang selanjutnya turun 9% menjadi Rp614 miliar. Yang diperberat juga oleh beban penjualan yang melesat mencapai 11,15% year–on–year, saat pendapatan turun menjadi Rp328,9 miliar.

(fad/aji)

No more pages