Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Menguat usai Trump Ultimatum Rusia soal Ukraina

News
29 July 2025 07:20

Kapal tanker minyak Laut Iberia./Bloomberg-James MacDonald
Kapal tanker minyak Laut Iberia./Bloomberg-James MacDonald

Rong Wei Neo - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak dunia mempertahankan kenaikannya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Rusia untuk segera menyepakati gencatan senjata dengan Ukraina. Trump juga mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan jika Moskow tidak merespons dalam waktu dekat. Kekhawatiran pun meningkat bahwa pasokan minyak dari Rusia, salah satu produsen utama OPEC+, bisa terganggu.

Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$67 per barel setelah sebelumnya ditutup naik 2,4% pada hari Senin. Sementara itu, Brent menetap di level mendekati US$70 per barel. Dalam pernyataannya pada Senin (28/7), Trump mengumumkan tenggat waktu baru selama 10–12 hari bagi Rusia untuk menyetujui gencatan senjata, lebih cepat dari tenggat awal selama 50 hari. Ia juga memperingatkan akan menjatuhkan “sanksi sekunder” jika Moskow tidak mematuhi ultimatum tersebut.


Langkah Trump ini muncul setelah Uni Eropa kembali memberlakukan putaran sanksi terbaru terhadap Rusia, termasuk sanksi terhadap perusahaan energi India, Nayara Energy. Di sisi lain, pasar global kini juga mengalihkan fokus ke tenggat waktu kesepakatan dagang AS pada 1 Agustus, serta pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan untuk menetapkan kebijakan pasokan bulan September.

Harga:

  • WTI untuk pengiriman September naik 0,4% ke level US$66,96 per barel pada pukul 07.38 waktu Singapura.
  • Brent untuk pengiriman September ditutup naik 2,3% ke level US$70,04 per barel pada hari Senin.