Media lokal melaporkan pekan lalu bahwa Ishiba akan mengundurkan diri, tetapi perdana menteri membantah berita tersebut tak lama kemudian. Ketika ditanya oleh NHK apakah ia ragu-ragu tentang keputusannya untuk tetap menjabat, Ishiba menjawab tidak.
Meskipun tekanan meningkat pada Ishiba pekan lalu, kesepakatan perdagangan yang relatif menguntungkan bagi Jepang diumumkan dengan AS, termasuk penurunan tarif menyeluruh menjadi 15% dari 25%. Kesepakatan ini dapat memberi Ishiba sebuah tanda kesuksesan yang dapat ia manfaatkan untuk memperkuat kepemimpinannya.
Jajak pendapat surat kabar Mainichi yang dilakukan pada 26-27 Juli setelah kekalahan pemilu menunjukkan dukungan untuk kabinet Ishiba naik 5 poin persentase menjadi 29%, dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Responden terbanyak juga menempatkan Ishiba sebagai orang yang paling cocok untuk menjadi perdana menteri, dengan alasan masalah tarif AS.
(bbn)






























