Saham–saham yang menarik perhatian investor membukukan penguatan tertinggi di antaranya adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan kenaikan 9,9%. Disusul PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang naik 9,7% dan PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) dengan lesatan 9,2%.
Akan tetapi, sejumlah saham menjadi pemberat IHSG pada perdagangan Sesi I. Saham barang baku, saham kesehatan, dan saham transportasi mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing-masing minus 0,84%, 0,66% dan 0,33%.
Mayoritas Bursa Saham Asia pun memerah. Hang Seng (Hong Kong), NIKKEI 225 (Tokyo), TOPIX (Jepang), SENSEX (India), KLCI (Malaysia), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), FTSE Straits Times (Singapura), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), dan TW Weighted Index (Taiwan) yang tertekan dan drop dengan masing-masing mencapai 1,08%, 0,98%, 0,97%, 0,77%, 0,73%, 0,70%, 0,48%, 0,36%, 0,27%, 0,14%, dan 0,04%.
Sepertinya pasar memperhitungkan ulang data tenaga kerja AS yang keluar lebih kuat– melemahkan ekspektasi akan segera terjadinya pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan Bank Sentral pekan depan.
Pelaku pasar sedikit mengurangi taruhan pada penurunan suku bunga acuan Fed Fund Rate, memprediksi kurang dari dua kali pemotongan tahun ini, setelah Klaim Pengangguran AS turun selama enam pekan berturut–turut.
“Masih ada sedikit tanda–tanda keretakan besar di pasar tenaga kerja,” papar Chris Larkin dari E-Trade di Morgan Stanley, mengutip Bloomberg News.
“Dan jika gambaran itu tetap utuh, The Fed punya satu alasan lebih sedikit untuk memotong suku bunga.”
Permohonan tunjangan pengangguran di AS menurun selama enam minggu berturut–turut, menandakan ketahanan pasar tenaga kerja di tengah tekanan ekonomi yang terus berlanjut.
Klaim di depan menurun sebanyak 4.000 menjadi 217.000 pada pekan 19 Juli, level terendah sejak pertengahan April. Ini menjadi penurunan terpanjang setelah tahun 2022, dan angka tersebut lebih rendah dari proyeksi median dalam survei ekonom Bloomberg.
Klaim lanjutan, yang menjadi indikator jumlah orang yang terus menerima tunjangan, nyaris tak berubah di angka 1,96 juta pada pekan sebelumnya, menurut data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis Kamis setempat.
(fad)


























