Di selatan Khan Younis, petugas medis setempat mengungkap serangan udara Israel menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk sepasang suami istri dan dua anak mereka di dalam tenda.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut setidaknya 130 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka akibat tembakan senjata api dan serangan militer Israel di seluruh wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir, salah satu angka tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Belum ada komentar dari Israel mengenai serangannya ke Deir al-Balah dan Khan Younis.
Kelaparan
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terkejut atas semakin memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza, "di mana tali penyelamat terakhir yang menjaga orang-orang tetap hidup menuju runtuh," kata Dujarric. "Ia [Guterres] menyesalkan meningkatnya laporan tentang semakin banyak anak-anak dan orang dewasa yang menderita malnutrisi."
"Israel wajib mengizinkan dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan yang disediakan PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya dengan segala cara yang dimilikinya."
Para pejabat kesehatan mengatakan rumah sakit kehabisan bahan bakar, bantuan pangan, dan obat-obatan, sehingga berisiko menghentikan operasi vital.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Khalil Al-Deqran mengatakan staf medis hanya satu kali makan sehari dan ratusan orang berbondong-bondong ke rumah sakit setiap hari, menderita kelelahan dan keletihan.
Di Gaza selatan, Kementerian Kesehatan mengatakan unit rahasia Israel pada Senin menahan Marwan Al-Hams, kepala rumah sakit lapangan Gaza, melalui serangan yang menewaskan seorang jurnalis lokal dan melukai seorang lainnya di luar fasilitas medis lapangan yang dikelola Komite Palang Merah Internasional (ICRC).
Juru bicara ICRC menjelaskan ICRC merawat pasien yang terluka dalam insiden tersebut, tetapi tidak berkomentar lebih lanjut mengenai kondisi mereka. ICRC mengaku sangat khawatir akan keamanan dan keselamatan di sekitar rumah sakit lapangan tersebut. Militer Israel hingga kini belum membalas permintaan komentar.
Israel menyerbu dan menyerang rumah sakit di seluruh Gaza selama perang, menuduh Hamas menggunakan fasilitas itu untuk tujuan militer, yang dibantah keras kelompok tersebut.
Serangan ke Deir al-Balah dan meningkatnya jumlah korban tewas tampaknya mempersulit upaya untuk mencapai gencatan senjata antara Hamas dan Israel dalam perundingan yang dimediasi Qatar dan Mesir, dengan dukungan AS.
Pejabat Hamas mengatakan kepada Reuters pada Minggu bahwa pihaknya marah atas meningkatnya jumlah korban tewas dan krisis kelaparan. Ia memperingatkan hal itu bisa memengaruhi perundingan gencatan senjata 60 hari dan kesepakatan para sandera.
(ros)






























