Logo Bloomberg Technoz

Harga emas dunia resmi naik 2 hari beruntun. Selama 2 hari tersebut, harga bertambah 1,85%.

Dalam seminggu terakhir, harga emas dunia membukukan kenaikan 1,73% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga terangkat 0,98%.

“Investor kembali membeli emas setelah sempat memasang posisi jual (short). Sentimen yang bisa menaikkan harga emas adalah perang dagang, penurunan suku bunga, ekonomi yang mengalami stagflasi, dan ancaman terhadap kredibilitas bank sentral,” papar Daniel Ghali, Commodity Strategist TD Securities, dalam catatannya.

Di Amerika Serikat (AS), sejumlah petinggi bank sentral Federal Reserve berpendapat sudah saatnya suku bunga acuan turun. Di antaranya adalah Anggota Dewan Gubernur Christopher Waller dan Michelle ‘Miki’ Bowman,

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Di sisi perdagangan, Uni Eropa sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi tidak ada kesepakatan dagang dengan AS. Ini karena perundingan sepertinya berjalan sangat alot. Pasar juga menanti tenggat waktu 1 Agustus yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada berbagai negara untuk penerapan tarif resiprokal.

Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Ketika situasi bergejolak, biasanya emas menjadi pilihan investor untuk menyelamatkan portofolio mereka.

(aji)

No more pages