Logo Bloomberg Technoz

Grok dilatih menggunakan postingan dari medsos X.  X sebelumnya memiliki produk serupa yang disebut Moments yang mengandalkan moderator manusia untuk membuat rangkuman berita. Produk itu ditutup tak lama setelah Musk mengambil alih pada akhir 2022.

Grok versi terakhir rilis awal bulan ini (Grok 4), hanya beberapa bulan setelah merilis iterasi sebelumnya, menggarisbawahi kecepatan pengembangan AI yang hingar-bingar, dilaporkan Bloomberg News.

Update Grok juga dilakukan setelah bot tersebut membagikan beberapa komentar antisemit di X yang menuai kecaman luas.

Grok 3 sendiri rilis pada Februari tahun ini dengan klaim Elon Musk sebagai  “AI terpintar di Bumi.” Klaim lain dari Musk bahwa Grok merupakan model AI yang akan mengungguli setiap alat pesaing yang telah dirilis sejauh ini.

Grok hadir di tengah upaya banyak startup dan perusahaan besar mengembangkan chatbot AI yang dipopulerkan oleh perusahaan OpenAI dengan ChatGPT-nya. Kemudian dari China muncul DeepSeek, yang mengklaim juga punya AI tercanggih dan berbiaya lebih murah.

Sebagai informasi Elon Musk pernah terlibat dalam pendirian OpenAI—yang kala ini berstatus lembaga nirlaba pada tahun 2015—bersama Sam Altman. Namun Elon Musk dan Sam Almtn terlibat dalam perseteruan yang sudah berlangsung lama mengenai arah perusahaan.

(far/wep)

No more pages