Williams akan digantikan oleh Sabih Khan, veteran Apple yang telah bekerja selama tiga dekade. Dengan kepergian Williams, kini John Ternus—Wakil Presiden Senior bidang rekayasa perangkat—disebut sebagai kandidat terdepan untuk posisi CEO.
Sementara itu, Apple belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Bloomberg News terkait hal ini.
Di sisi lain, kinerja saham Apple sepanjang 2025 tertinggal dibandingkan perusahaan teknologi besar lainnya. Saham Apple tercatat turun 16% sejak awal tahun, jauh di bawah Meta yang naik 25% dan Microsoft yang tumbuh 19%.
Kinerja saham Apple ini terjadi di tengah kekhawatiran atas lambatnya perusahaan mengadopsi fitur AI, serta meningkatnya persaingan dari berbagai startup yang mulai merambah pasar perangkat.
Piecyk dan Galone menilai absennya strategi AI yang kuat dapat mengancam masa depan Apple.
"Ketiadaan AI bisa secara fundamental mengubah arah jangka panjang perusahaan dan kemampuannya untuk bertumbuh," tulis mereka. "AI akan membentuk ulang industri di seluruh dunia, dan Apple berisiko menjadi salah satu korbannya."
Meski begitu, performa jangka panjang Apple di bawah Tim Cook tetap mengesankan. Sejak Tim Cook menjabat sebagai CEO, saham Apple telah naik lebih dari 1.400%, jauh melampaui kenaikan indeks S&P 500 yang sebesar 430% dalam periode yang sama.
"Tim Cook adalah sosok yang tepat saat ia ditunjuk menjadi CEO, dan tidak diragukan lagi telah menjalankan tugasnya dengan luar biasa," kata Piecyk dan Galone. Namun mereka menegaskan, dengan berakhirnya masa jabatan Jeff Williams, "ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan perubahan yang benar-benar transformatif."
(bbn)





























