Logo Bloomberg Technoz

Namun, apakah pembengkakan biaya renovasi cukup untuk dijadikan alasan sah akan menjadi hal baru yang harus diputuskan oleh pengadilan.

Apa yang akan terjadi jika Trump memecat Powell?

Pemecatan akan langsung berlaku, namun Powell diperkirakan akan segera menggugat, kemungkinan besar di pengadilan federal Washington, dan meminta penangguhan keputusan (injunction) agar dapat tetap menjabat selama proses hukum berlangsung. Kedua pihak akan menyampaikan argumen hukum masing-masing, memberi Powell peluang untuk menyatakan pemecatannya tidak berdasar. Hakim kemudian bisa menggelar sidang sebelum memutuskan permohonan tersebut.

Putusan awal atas permohonan penangguhan ini akan sangat penting karena sidang pokok perkara bisa memakan waktu berbulan-bulan. Jika ditolak, pemecatan tetap berlaku dan posisi gubernur akan diisi oleh wakil gubernur The Fed — saat ini dijabat oleh Philip Jefferson, yang ditunjuk oleh Joe Biden pada 2022. Powell sendiri ditunjuk sebagai gubernur oleh Trump pada 2017.

Namun, jika permohonan dikabulkan, Powell akan tetap menjabat selama proses hukum berjalan. Kedua pihak juga bisa mengajukan banding, membuka peluang Mahkamah Agung ikut campur.

Gubernur Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell dan Presiden AS Donald Trump. (Bloomberg)

Bagaimana jika kasus ini sampai ke Mahkamah Agung?

Mahkamah Agung telah mengindikasikan bahwa presiden tidak bisa semena-mena memecat gubernur The Fed tanpa alasan. Dalam putusan Mei lalu, meski mengizinkan presiden memberhentikan pejabat di dua lembaga lain tanpa alasan, mayoritas hakim menyatakan bahwa hal tersebut tidak berlaku bagi The Fed, yang disebut sebagai “lembaga unik dengan struktur semi-swasta”.

Namun, tetap terbuka kemungkinan bahwa Powell bisa diberhentikan jika ada alasan sah. Mengingat rekam jejak Mahkamah Agung yang kerap berpihak pada Trump, ia kemungkinan berada di posisi kuat jika kasus ini bergulir ke sana. Mahkamah dengan mayoritas konservatif telah beberapa kali menolak mengintervensi keputusan Trump, termasuk dalam memberikan kekebalan hukum dan mengaktifkan kebijakan kontroversial meski masih digugat.

“Mereka seperti memberi jalan kepada Trump,” ujar Jed Shugerman, profesor hukum dari Boston University dan pakar kekuasaan eksekutif.

Meski pengadilan memutuskan bahwa Trump memecat Powell secara tidak sah, belum tentu Powell bisa kembali menjabat, kata Jonathan Shaub, pakar kekuasaan eksekutif dari University of Kentucky. Ia merujuk pada dua indikator: keputusan Mahkamah pada 27 Juni yang mempersempit kewenangan hakim federal memberikan pemulihan yag adil (equitable relief), serta opini Hakim Neil Gorsuch yang menyatakan bahwa mengembalikan pejabat tinggi ke jabatannya bukan kewenangan pengadilan.

Apa yang menjadi dasar hukum dalam kasus ini?

Semua tergantung pada alasan yang digunakan Trump. Jika presiden menuding Powell sebagai penyebab pembengkakan biaya renovasi, maka sidang akan berfokus pada rincian proyek tersebut dan siapa yang bertanggung jawab atas kenaikan biaya.

Hukum yang mengatur pemecatan “karena alasan tertentu” biasanya mencakup tiga hal: ketidakefisienan, kelalaian tugas, dan pelanggaran jabatan. Namun, tidak ada definisi pasti atas istilah-istilah tersebut. Hakim akan memutuskan apakah peran Powell dalam proyek renovasi masuk dalam salah satu kategori itu.

Preseden hukum untuk kasus seperti ini sangat minim. Mahkamah Agung belum pernah memutuskan apakah presiden memiliki cukup alasan untuk memecat seorang pejabat karena suatu alasan.

“Kita belum pernah menguji undang-undang semacam ini sebelumnya, apalagi dalam konteks The Fed,” ujar Adam White dari American Enterprise Institute.

Laporan dari Columbia Law School menjelaskan bahwa “ketidakefisienan” dalam konteks ini berarti pengelolaan pemerintahan yang boros akibat pejabat yang tidak cakap, “pelanggaran jabatan” adalah tindakan keliru dalam menjalankan tugas yang merugikan pihak lain, dan “kelalaian tugas” berarti kegagalan menjalankan tugas yang mengakibatkan kerugian.

Semua akan ditentukan oleh pengadilan apakah tindakan Powell bisa dikategorikan sebagai salah satu dari ketiga alasan itu.

Apa masalah dalam proyek renovasi The Fed?

The Fed tengah merenovasi dua gedung utamanya di Washington — yang belum pernah direnovasi sejak dibangun pada 1930-an. Proyek ini bertujuan menekan biaya jangka panjang dengan menyatukan berbagai operasi bank.

Rencana renovasi disetujui Dewan The Fed sejak 2017, namun biayanya terus meningkat. Berdasarkan dokumen anggaran 2025, estimasi total biaya kini mencapai US$2,5 miliar, naik dari US$1,9 miliar pada 2023.

Gedung Federal Reserve./Bloomberg-Erin Scott

The Fed menyebut kenaikan tersebut disebabkan perubahan desain yang disesuaikan dengan rekomendasi lembaga pengawas, perbedaan estimasi awal dengan realisasi biaya, serta temuan tak terduga seperti jumlah asbestos yang lebih banyak dari perkiraan.

Beberapa sekutu Trump menjadikan proyek ini sebagai alasan untuk memecat Powell. Bill Pulte, pejabat di FHFA, menuduh Powell berbohong soal proyek itu saat sidang Senat 25 Juni lalu — meski tidak menunjukkan bukti. Sementara Russell Vought, mantan Direktur Anggaran Gedung Putih, menyebut proyek itu sebagai “renovasi mewah” di media sosial. Trump sendiri menyebut Powell layak diselidiki atas dugaan penipuan dalam proyek itu.

Atas permintaan Powell, Inspektur Jenderal The Fed telah membuka investigasi atas kenaikan biaya proyek tersebut.

Seberapa cepat pengganti Powell bisa dilantik?

Gubernur baru harus diajukan oleh presiden dan disetujui Senat, proses yang biasanya memakan waktu beberapa minggu atau bahkan bulan. Selama kekosongan, Undang-Undang The Fed menyatakan bahwa wakil gubernur akan bertindak sebagai pelaksana tugas.

Apa dampak pemecatan Powell terhadap suku bunga?

Memecat Powell belum tentu menyelesaikan keinginan Trump untuk menurunkan suku bunga. Sebab, keputusan suku bunga ditentukan oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang diketuai oleh Powell. Ketua FOMC bisa dipilih dari 18 anggota komite lainnya, dan keputusan memerlukan suara mayoritas dari 12 anggota pemilik hak suara. Ketua baru tetap harus meyakinkan anggota FOMC lain dengan argumen yang kuat untuk menurunkan suku bunga.

Bagaimana reaksi pasar?

Investor menilai independensi The Fed sebagai hal krusial. Jika independensinya dirusak, komitmen bank sentral menekan inflasi akan diragukan. Harapan terhadap inflasi yang lebih tinggi bisa mengubah harga aset keuangan secara drastis.

Hanya 30 menit setelah laporan Bloomberg tentang kemungkinan pemecatan Powell, indeks S&P 500 anjlok 1%, imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun naik 10 basis poin, dan Bloomberg Dollar Spot Index turun 1,2%.

Menurut Anna Wong dari Bloomberg Economics, jika Trump benar-benar memecat gubernur The Fed, dampaknya bisa berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan pengangguran, dan inflasi yang sulit dikendalikan.

(bbn)

No more pages