"Hari ini, Nissan membuat keputusan yang sulit, tetapi perlu," kata Espinosa. "Ini tidak mudah—baik bagi saya maupun bagi perusahaan—tetapi saya yakin ini langkah penting untuk mengatasi tantangan kami saat ini dan membangun masa depan yang berkelanjutan."
Pada Mei, Espinosa mengumumkan rencana akan memangkas 20.000 karyawan dan mengonsolidasikan manufaktur perusahaan dari 17 menjadi 10 pabrik. Dalam rencana tersebut, Nissan akan mengurangi produksi tahunan menjadi 2,5 juta unit dari 3,5 juta. Espinosa, 46 tahun, dipromosikan menjadi CEO awal tahun ini.
Penutupan pabrik Oppama "merupakan solusi paling efektif, berdasarkan kapasitas produksi, efisiensi biaya, dan potensi investasi," ujar Nissan dalam pernyataannya, seraya menambahkan pihaknya "akan menjajaki berbagai opsi untuk pabrik tersebut untuk menentukan langkah terbaik ke depannya."
Produsen mobil ini menyebut fasilitas Nissan lainnya yang terletak di sebelah Pabrik Oppama, termasuk pusat riset, jalur uji coba, fasilitas uji tabrak, dan dermaga, tidak akan terpengaruh oleh penutupan pabrik.
Perusahaan yang sedang mengalami kesulitan ini sudah mencari dana yang solid dan mitra bisnis baru setelah kehilangan sumber dana utama akibat gagalnya rencana merger dengan Honda Motor Co.
Goncangan manajemen telah mengganggu perusahaan sejak mantan CEO Carlos Ghosn ditangkap dan dipecat pada 2018, yang menyebabkan lini produk ketinggalan zaman, margin menyusut, dan kehilangan keunggulan awal dalam mobil listrik pasar massal.
Nissan mengatakan biaya dan dampak terkait akan diungkap pada pengumuman laporan keuangan kuartalan berikutnya, yang dijadwalkan pada 30 Juli.
(bbn)




























