Dengan kondisi dunia yang kini “tidak dapat diprediksi,” Singapura dihargai karena stabilitas dan keamanannya, sementara di Hong Kong, program investasi-untuk-residensi baru-baru ini menarik “minat besar” dari individu kaya, menurut Julius Baer. Harga suite hotel naik 10,3% di Singapura, dan turun 26,1% di Hong Kong.
Ibu kota Inggris naik peringkat berkat lonjakan 26,6% dalam biaya pendidikan swasta setelah adanya perubahan undang-undang, serta kenaikan 29,7% pada harga tiket penerbangan kelas bisnis, menurut bank asal Swiss tersebut.
Namun demikian, daya tarik London sebagai pusat kekayaan mengalami “perjalanan yang cukup bergejolak” selama setahun terakhir, seiring dihapuskannya status residensi non-domisili.
Hal ini mendorong kota-kota seperti Dubai, Milan, dan Zurich yang mulai menarik perhatian kalangan elite global yang mempertimbangkan untuk meninggalkan Inggris, menurut laporan tersebut.
Dubai naik lima peringkat ke posisi ketujuh dan kini menjadi “penantang kuat” bagi pusat-pusat kekayaan tradisional seperti London, Monako, dan Zurich, menurut Julius Baer.
“Arus relokasi para jutawan ke Dubai yang dimulai saat pandemi diperkirakan akan terus berlanjut,” demikian isi laporan tersebut.
New York berada di peringkat kedelapan dan menjadi satu-satunya kota di benua Amerika yang masuk dalam 10 besar. São Paulo dan Kota Meksiko mengalami penurunan terbesar dalam survei ini, dengan São Paulo turun tujuh peringkat ke posisi 16, dan Kota Meksiko turun lima peringkat ke posisi 21.
Sektor barang mewah kini menghadapi “penurunan” setelah “belanja tak berujung” selama ini, akibat suku bunga yang lebih tinggi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan ancaman perang dagang, menurut laporan tersebut. Penurunan harga terbesar terjadi pada sektor teknologi. Namun sebaliknya, penerbangan kelas bisnis justru melonjak 18,2%.
Lifestyle Index milik Julius Baer memberi peringkat pada 25 kota dengan menganalisis properti hunian, mobil, penerbangan kelas bisnis, sekolah, makan malam degustasi, dan barang-barang mewah lainnya.
Survei dilakukan terhadap individu dengan kekayaan bersih tinggi yang memiliki aset rumah tangga dapat diinvestasikan sebesar US$1 juta atau lebih, pada Februari hingga Maret 2025.
(bbn)






























