Usai penemuan itu tim juga akan melakukan perencanaan pengangkatan kapal dengan mempertimbangkan keselamatan, mengingat derasnya arus bawah laut di Selat Bali.
"Proses pengangkatan kapal akan dilakukan dengan SOP [standar operasional prosedur] ketat untuk memastikan aspek keselamatan dari tim," ujar Dudy.
Adapun, kapal yang dioperasikan oleh pihak swasta PT Raputra Jaya tersebut sebelumnya dilaporkan tenggelam.
Kemenhub menduga kapal mengalami distress pada pukul 23.20 WIB Rabu 7 Juli lalu. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kapal tenggelam pada pukul 23.35 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal mengalami blackout pada pukul 23.35 WIB. Tidak lama berselang, kapal tersebut terbalik dan hanyut ke arah selatan, dengan posisi terakhir tercatat pada koordinat -08°09.371', 114°25.1569'.
(ell)






























