Logo Bloomberg Technoz

Namun pada Minggu, Trump menegaskan bahwa AS kini akan memasok senjata canggih, dengan syarat: "Ukraina akan membayar 100% untuk itu."

Pekan lalu, Trump sempat mengatakan akan menyampaikan pengumuman terkait Rusia pada Senin ini, meski ia belum mengonfirmasi apakah hal itu termasuk sanksi baru yang sedang dipertimbangkan oleh Kongres.

Trump juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden Putin. "Dia bicara manis, lalu malamnya membombardir semua orang," ujarnya.

Pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dijadwalkan berlangsung Senin ini.

Selama kampanye dan awal masa jabatannya, Trump kerap menyudutkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, menyebutnya sebagai penghalang perdamaian. Ia juga mengecam besarnya dukungan militer dan finansial AS kepada Ukraina. Pada Februari lalu, Trump bahkan menyebut Zelenskiy sebagai "komedian yang sukses secara moderat" dan "seorang diktator."

Namun dalam beberapa pekan terakhir, Trump mulai menunjukkan kejengkelan terhadap Putin, terutama setelah Rusia melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran terhadap kota-kota Ukraina dan terus mengabaikan seruan gencatan senjata. Trump sebelumnya juga telah menyatakan AS akan mengirim lebih banyak senjata pertahanan ke Ukraina—berbanding terbalik dengan keputusan awal Pentagon yang sempat menghentikan pengiriman senjata.

Keputusan tersebut sempat memicu kekhawatiran bahwa AS sedang menarik dukungan terhadap Ukraina dan tak lagi berniat membantu mencegah agresi Rusia yang terus berlangsung.

Zelenskiy menyebut bahwa pertemuan sebelumnya dengan sekutu-sekutu Barat di Roma telah membangkitkan harapan baru terkait peningkatan bantuan militer dari AS, terutama pertahanan udara.

Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan tinggi dari pemerintahan Trump—dikenal sebagai "koalisi negara-negara bersedia"—berlangsung hanya beberapa jam setelah serangan drone dan rudal mematikan Rusia kembali mengguncang Kyiv. Zelenskiy mengatakan bahwa dirinya telah berdialog langsung dengan Trump dan menyambut baik pembicaraan itu.

"Penting sekali bahwa—setelah percakapan kami yang konstruktif dan sangat positif dengan Presiden Trump—kami kini mendapat sinyal politik yang jelas mengenai dilanjutkannya pengiriman bantuan," kata Zelenskiy kepada wartawan di Roma, Kamis lalu.
"Saat ini kami sedang bekerja di tingkat staf teknis untuk memastikan pengiriman senjata ke Ukraina bisa dilakukan tepat waktu."

(bbn)

No more pages