"Tadi saya baru bicara dengan teman-teman di Patra Niaga, nanti LPG akan disalurkan lewat koperasi desa. Jadi, kalau anak Jakarta bilang atau netizen bilang nanti semuanya terkopdes-kopdes," sebutnya.
Ia berpesan agar masyarakat Sragen turut berperan aktif dalam memperkuat gerakan koperasi ini. Tak lupa Budi menyampaikan harapannya agar Sragen menjadi contoh keberhasilan pelaksanaan Kopdes Merah Putih. Sebab, ia menilai wilayah Jawa Tengah bisa menjadi kunci penting perjalanan program itu.
"Ini bisa jadi contoh di Sragen juga, pokoknya saya optimis Jawa Tengah adalah lubang kunci. Jadi, contoh yang baik buat daerah-daerah lain," pungkasnya.
Seperti diketahui, Kopdes Merah Putih yang resmi berbadan hukum sudah mencapai sekitar 77 ribu unit. Jumlah ini belum memenuhi target pemerintah untuk membangun 80 ribu unit koperasi desa.
"Per siang ini sudah tercatat sebanyak 77.086 yang telah memiliki SK Badan Hukum," ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Menurut dia, jumlah desa dan kelurahan yang berada di seluruh Indonesia juga tercatat sebanyak 83.762 unit. Sebanyak 80.650 di antaranya diklaim telah membentuk Kopdes melalui musyawarah.
Meski demikian, Budi mengatakan masih terdapat beberapa wilayah yang belum dapat maksimal pelaksanaan musyawarah yang meliputi Banten, terkhusus suku Baduy, dan wilayah Papua Selatan hingga Papua Pegunungan.
Budi memastikan peluncuran Kopdes akan tetap berjalan, yang juga dipastikan akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
(mef/ros)





























