Logo Bloomberg Technoz

Alasan BGN Minta Tambah Rp118 T untuk MBG 2026

Dinda Decembria
11 July 2025 17:20

Potongan iklan MBG bergaya kartun diduga memakai teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteliigence. (Dok: Tangkapan layar IG @meutya_hafid)
Potongan iklan MBG bergaya kartun diduga memakai teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteliigence. (Dok: Tangkapan layar IG @meutya_hafid)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan alasannya meminta tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp118 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga ini sebelumnya mendapat pagu indikatif anggaran 2026 sebesar Rp217 triliun.

Menurut Dadan, nominal anggaran yang telah ditetapkan itu belum mencukupi kebutuhan lembaganya selama satu tahun penuh. Apalagi, makan bergizi gratis (MBG) menargetkan sebanyak 82,9 juta penerima manfaat.

“Dengan jumlah penerima manfaat sebesar itu, maka Rp217 T akan terserap di akhir Agustus,”kata Dadan kepada Bloomberg Technoz, Jumat (11/07/2025).


Perhitungan itu, menurut Dadan akan menggunakan asumsi tiap bulannya memerlukan anggaran Rp25 hingga Rp26 triliun. Maka, kata dia, September hingga Desember 2026 akan membutuhkan tambahan anggaran.

Pada kenyataannya, bila merujuk pada APBN 2025, pagu untuk program MBG ditetapkan sebesar Rp71 triliun. Pemerintah juga menyiapkan tambahan Rp100 triliun untuk program tersebut jika target penerima manfaat tercapai, sehingga akumulasi dana yang dikelola BGN untuk program MBG mencapai Rp171 triliun.