Trump juga mengatakan kepada NBC bahwa ia dan para pemimpin NATO telah mencapai kesepakatan, di mana sekutu akan membayar senjata AS yang akan dikirim ke Ukraina.
"Kami mengirim senjata ke NATO, dan NATO yang membiayai senjata tersebut, 100%," beber Trump. "Jadi, yang kami lakukan adalah senjata yang dikirim ke NATO, dan kemudian NATO akan memberikan senjata tersebut, serta NATO menanggung biayanya."
Dia menambahkan bahwa dia tidak mengetahui adanya jeda yang diperintahkan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk menghentikan distribusi rencana pengiriman senjata ke Ukraina.
Pernyataan Trump ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio bertemu dengan Sergei Lavrov, mitranya dari Rusia, di sela-sela KTT Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) yang diadakan di Kuala Lumpur.
Rusia menggempur Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya dengan jumlah drone dan rudal yang memecahkan rekor, membuat Trump mengungkapkan rasa frustrasinya yang semakin besar terhadap Putin dalam beberapa hari terakhir.
Senjata AS yang dikirim ke Ukraina meliputi rudal pertahanan udara, peluru artileri, dan peralatan lainnya. Keputusan ini membatalkan penundaan sebelumnya oleh Pentagon, yang menandakan rasa frustrasi Trump atas miliaran dolar bantuan yang dikirim ke Kyiv sejak perang dimulai pada 2022.
(bbn)































