“Mari kita galakkan gerakan ini bersama. Jadikan ini ladang kita untuk berbuat amal,” imbuhnya.
Budidaya Perikanan Terintegrasi Pertama di Sumsel
Lebih dari sekadar bantuan, Kilang Plaju juga mengembangkan kawasan budidaya perikanan end-to-end terintegrasi pertama dan satu-satunya di Sumatera Selatan. Terletak di Desa Sungai Gerong, Kecamatan Banyuasin I, kawasan ini menjadi pusat pemberdayaan masyarakat di sektor perikanan dan pengolahan hasil ikan.
“Kami mendampingi masyarakat mulai dari proses pemijahan ikan lokal hingga pengolahan menjadi berbagai produk turunan. Tujuan kami adalah menciptakan kemandirian masyarakat,” terang Siti Rachmi Indahsari, Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju.
Saat ini, sebanyak 32 anggota Pokdakan membudidayakan lebih dari 10 jenis ikan di kawasan tersebut, dengan melibatkan 15 pelaku UMKM untuk memproduksi tujuh jenis produk diversifikasi ikan. Selain itu, Posyandu juga berperan aktif menghasilkan 40 produk diversifikasi PMT dan MPASI berbasis ikan dan sayur.
Tak hanya itu, Kilang Plaju juga tengah mengembangkan satu Pokdakan khusus untuk domestikasi ikan Belida Jawa (Putak), serta membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) untuk mencegah praktik illegal fishing di Sungai Musi dan anak sungainya.
“Melalui program ini pula, kami membentuk sistem rescue ikan Belida berbasis masyarakat dan penyediaan pakan khusus untuk mendukung konservasi ikan Belida,” tutup Rachmi.
Langkah strategis dan berkelanjutan ini menunjukkan sinergi nyata antara industri dan pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat Sumsel.
Seluruh inisiatif sosial dan lingkungan yang dijalankan Kilang Plaju juga selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Tanpa Kelaparan (SDG 2), Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab (SDG 12), dan Ekosistem Laut (SDG 14).
(tim)




























