Investor Tak Lagi Lirik Apartemen Sebagai Alat Investasi
Lisa Listiani
09 July 2025 15:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sempat menjadi primadona, pasar apartemen kini tak lagi dilirik sebagai instrumen investasi bagi para pencari cuan. Bagaimana tidak, yield yang semakin menipis tiap tahunnya dan sebagai instrumen yang tak lagi likuid membuat investor lambat laun meninggalkan instrumen ini.
Menurut Colliers, di kuartal I-2025 ini pembeli apartemen didominasi oleh pengguna pribadi (end user) yakni sebesar 56%, sementara sisanya sebesar 44% merupakan investor.
“Pemicunya adalah apartemen itu tidak terlalu seksi lagi sebagai instrumen investasi karena yield yang diberikan itu memang tidak terlalu menarik dibandingkan instrumen investasi di sektor keuangan. Kalau kita lihat yield untuk government bond yang 10 tahun ataupun dari deposito ya, itu memang secara umum dia [apartemen] di bawah-bawahnya yieldnya itu.” kata Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers Indonesia, Rabu (9/7/2025).
Di Jakarta misalnya, Harga jual tak bergerak banyak sejak tahun 2019 yang lalu di kisaran Rp50 juta per meter persegi di wilayah Central Business District (CBD), Rp 40 juta per meter persegi di Jakarta Selatan dan di bawah Rp30juta per meter persegi. Pun jumlah apartemen yang terserap tak sampai 2.000 unit hingga akhir semester I-2025.
Belum lagi, menurut Ferry pasar sewa properti yang tak kunjung mencatatkan perbaikan. Menurutnya saat ini, penyewa yang kebanyakan ekspatriat hanya mau menyewa di daerah-daerah tertentu seperti di CBD di Jakarta dan di bilangan Jakarta Selatan.































