“Kami tetap berharap di setiap langkah, setiap mil, setiap kelokan sungai,” kata Wali Kota Kerrville, Joe Herring Jr., salah satu daerah yang terdampak paling parah. “Pekerjaan kami terus berlanjut.”
Hujan deras yang mengguyur pada Jumat lalu memicu banjir bandang yang menghanyutkan kabin, tempat perkemahan, jembatan, dan jalan, serta memenuhi sungai dan aliran air dengan puing-puing. Akses ke beberapa wilayah pun terhambat. Meski kehancuran terparah terjadi di sekitar Kerrville, banjir meluas hingga ke barat ke San Angelo — di mana satu orang tewas dan 12.000 bangunan terdampak — dan ke timur hingga Austin, yang juga mengalami banjir akibat hujan deras pada Sabtu. Setidaknya 13 orang tewas dan lebih banyak lagi masih hilang di wilayah ibu kota, menurut KUT.
Hill Country adalah wilayah pedesaan luas dengan sinyal ponsel yang terbatas. Saat kejadian, kawasan ini sedang dipadati wisatawan yang merayakan libur 4 Juli, sebagian besar keluarga yang rutin menghabiskan waktu di perkemahan dan taman RV untuk menikmati sungai-sungai sejuk yang menjadi pelarian dari panasnya musim panas di Dallas, Houston, dan San Antonio. Kawasan ini membentang di lebih dari 20 distrik di Texas tengah.
Otoritas menyatakan telah menemukan 84 jenazah di Kerr County, termasuk 28 anak-anak. Lebih dari 30 korban belum teridentifikasi.
Diperkirakan hujan ringan masih bisa terjadi di Texas tengah pada Selasa, namun curah hujan terbanyak akan bergerak ke utara menuju Arkansas. Mayoritas peringatan dan pantauan banjir di Texas tengah diperkirakan berakhir pada pukul 19.00 Senin waktu setempat, menurut Layanan Cuaca Nasional.
Pejabat lokal, negara bagian, dan federal kini menghadapi kritik atas bencana ini, termasuk pertanyaan mengapa wilayah rawan banjir itu tidak dilengkapi sirene peringatan, apakah prakiraan cuaca telah cukup menggambarkan ancaman banjir besar, dan apakah otoritas setempat bisa memberi peringatan lebih awal untuk evakuasi.
Secara keseluruhan, banjir ini diperkirakan menyebabkan kerusakan dan kerugian ekonomi senilai US$18 miliar hingga US$22 miliar, menurut estimasi awal dari AccuWeather.
Namun sejumlah pejabat dan politisi lokal menolak upaya menyalahkan pihak tertentu, dengan alasan bahwa tudingan dini berisiko mempolitisasi tragedi kemanusiaan.
Senator Texas dari Partai Republik, Ted Cruz, meremehkan kekhawatiran bahwa pemangkasan anggaran terhadap Layanan Cuaca Nasional oleh Presiden AS Donald Trump berkontribusi terhadap kegagalan evakuasi. Ia menyatakan, analisis atas kesalahan yang terjadi akan dilakukan kemudian, sementara fokus saat ini adalah pemulihan. Trump telah menyetujui deklarasi darurat untuk wilayah terdampak dan dijadwalkan mengunjungi Texas pada Jumat.
“Mayoritas orang waras tahu itu tuduhan yang konyol, dan saya kira ini bukan waktu yang tepat untuk serangan partisan,” kata Cruz. “Harapan saya, pada waktunya nanti, kita bisa belajar sesuatu dan menerapkannya.”
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt juga menepis kritik terhadap Layanan Cuaca. “Komentar-komentar itu tidak bermoral dan menjijikkan,” ujarnya di Washington.
Gubernur Greg Abbott mengatakan bahwa legislatif negara bagian akan membahas sistem peringatan bencana dalam sesi khusus di Capitol.
Wakil Gubernur Dan Patrick menyebut bahwa beberapa orang mungkin terselamatkan berkat sambaran petir keras sekitar pukul 01.30 dini hari Jumat yang membuat mereka terbangun dan menyadari bahaya. Ia menambahkan, negara bagian perlu mencari cara membiayai sistem sirene bencana alam untuk wilayah tersebut.
“Seandainya kami punya sirene di sepanjang wilayah ini,” kata Patrick dalam wawancara dengan Fox News, “mungkin saja itu bisa menyelamatkan beberapa nyawa.”
“Negara bagian akan bertindak.”
(bbn)






























