Sementara proyek Wayang Windu Unit 3 dengan investasi US$106,3 juta memiliki kapasitas 30 MW dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada Desember 2026. Proyek Salak Unit 7 dengan investasi US$133 juta memiliki kapasitas 40 MW dan juga direncanakan mulai beroperasi pada Desember 2026.
Dua proyek lainnya merupakan program retrofitting. Salak Unit 4, 5, dan 6 akan ditingkatkan dengan tambahan kapasitas 7,2 MW melalui investasi senilai US$23 juta dan ditargetkan beroperasi pada Agustus 2025. Sementara Wayang Windu Unit 1 dan 2 mengalami peningkatan kapasitas sebesar 18,4 MW dengan nilai investasi US$57 juta dan diproyeksikan beroperasi pada Januari 2026.
Hendra Tan mengklaim seluruh proyek menggunakan teknologi terkini seperti binary cycle untuk memanfaatkan panas sisa (brine), desain turbin bilah 3D yang meningkatkan efisiensi tanpa overhaul besar, compact power plant, teknologi single flash, dan integrated control system. Barito Renewables menyebut penggunaan teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi pembangkitan, memperpanjang umur operasional, serta mengoptimalkan pemanfaatan uap panas bumi.
BREN juga menyatakan komitmennya dalam mendukung target pemerintah untuk mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.
(dhf)





























