China mengumumkan bea antidumping pada brendi Eropa pada hari Jumat sambil membebaskan produsen cognac utama yang menyetujui tingkat harga minimum. Tindakan tersebut mengikuti keputusan UE pada tahun 2024 untuk mengenakan bea setinggi 45% pada kendaraan listrik buatan Tiongkok.
Dalam tanda lain dari ketegangan antara Eropa dan Beijing, pemerintah Tiongkok bermaksud untuk mempersingkat pertemuan puncak dua hari dengan para pemimpin Uni Eropa bulan ini menjadi hanya satu hari, Bloomberg melaporkan pada hari Jumat.
Berbicara kepada Bloomberg pada hari Jumat di acara Aix-en-Provence, Menteri Perindustrian Prancis Marc Ferracci juga meminta Eropa untuk meningkatkan pertahanannya terhadap impor China.
"Fenomena lain yang mengkhawatirkan adalah pengalihan arus China yang ditargetkan ke AS, dan kini masuk ke Eropa," kata Ferracci. "China telah membangun kelebihan kapasitas dalam berbagai macam industri dan itu membuatnya cukup sensitif dan cukup berbahaya bagi industri kita."
Lombard mengatakan koalisi pemerintah baru di Jerman merupakan kesempatan bagi Paris dan Berlin untuk bekerja sama lebih erat. Ia akan bertemu dengan rekan-rekannya di sana dalam beberapa minggu mendatang.
(bbn)





























