Logo Bloomberg Technoz

Namun, pasar tampak lebih kuat dalam jangka pendek, dan beberapa delegasi mengatakan bahwa kelompok ini mempercepat pemulihan produksi sebagian untuk memanfaatkan lonjakan permintaan selama musim panas belahan bumi utara.

Dalam beberapa bulan setelah perubahan strategi tersebut, para delegasi menawarkan berbagai penjelasan: mulai dari memenuhi permintaan bahan bakar puncak musim panas, menghukum anggota yang kelebihan produksi, hingga merebut kembali volume penjualan yang diserahkan kepada pesaing seperti pengebor serpih AS. Para pejabat mengatakan Arab Saudi sangat ingin mengaktifkan kembali kapasitas yang menganggur secepat mungkin.

Kenaikan yang lebih besar pada Agustus akan memungkinkan OPEC+ untuk menyelesaikan pemulihan 2,2 juta barel per hari dari produksi yang sebelumnya dihentikan, pada September, dengan kenaikan tambahan dalam jumlah yang sama. Koalisi ini kemungkinan akan membahas rencana September dalam pertemuan daring hari Sabtu, menurut seorang delegasi.

Meski begitu, dampak dari kenaikan yang lebih besar ini kemungkinan tidak maksimal — kelompok ini seringkali memproduksi di bawah target yang diumumkan dalam beberapa bulan terakhir karena Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menekan beberapa anggota untuk mengompensasi kelebihan pasokan sebelumnya dan mengorbankan jatah kenaikan mereka. Kazakhstan — yang paling sering melanggar — terus memompa ratusan ribu barel di atas kuotanya.

Para pedagang minyak semula memperkirakan OPEC+ akan menyetujui kenaikan 411.000 barel per hari untuk Agustus — konsisten dengan tiga bulan sebelumnya. Diskusi awal para delegasi minggu ini juga berfokus pada angka itu, menurut laporan Bloomberg pada Kamis.

Tambahan pasokan ini kemungkinan akan disambut baik oleh Presiden Trump, yang berulang kali menyerukan harga minyak lebih rendah demi mendukung ekonomi AS dan menekan inflasi, sambil mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunga.

Namun, banjir pasokan ini juga berisiko memperbesar surplus global yang mulai muncul. Stok minyak dunia telah meningkat sekitar 1 juta barel per hari dalam beberapa bulan terakhir, karena konsumsi di Tiongkok melambat sementara produksi melonjak di kawasan Amerika, mulai dari AS hingga Guyana, Kanada, dan Brasil.

Menurut Badan Energi Internasional (IEA) di Paris, pasar minyak menuju kelebihan pasokan besar pada akhir tahun ini. Firma-firma Wall Street seperti JPMorgan Chase & Co. dan Goldman Sachs Group Inc. memprediksi bahwa harga bisa turun ke US$60 per barel atau lebih rendah pada kuartal keempat.

Dengan mendorong percepatan peningkatan pasokan, Arab Saudi harus menyeimbangkan manfaat dari volume penjualan yang lebih tinggi dengan dampak penurunan harga minyak. Kerajaan saat ini sedang menghadapi defisit anggaran yang melonjak, dan terpaksa memangkas anggaran untuk beberapa proyek unggulan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Rekan pemimpin OPEC+, Rusia, juga menghadapi prospek ekonomi yang memburuk dan potensi krisis perbankan, seiring Presiden Vladimir Putin melanjutkan perang mahal terhadap Ukraina.

Penurunan harga juga mulai menyakiti industri serpih AS. Dalam survei terbaru, para eksekutif pengeboran serpih AS menyatakan mereka memperkirakan akan mengebor jauh lebih sedikit sumur tahun ini dibandingkan rencana awal 2025, karena harga minyak yang lebih rendah dan ketidakpastian terkait tarif Trump.

(bbn)

No more pages