Presiden Rusia Vladimir Putin secara bertahap memperkuat hubungan dengan pemerintah Taliban, yang telah dijauhi secara luas oleh dunia internasional karena berulang kali melanggar hak asasi manusia.
Pada April, Moskow mencabut larangan yang telah berlaku selama dua dekade terhadap kelompok tersebut setelah Putin pada 2024 menyebut Taliban sebagai "sekutu" dalam memerangi terorisme.
"Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk mengakui Emirate Islam Afghanistan atas rekomendasi Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov sebagai upaya untuk menunjukkan niat Moskow dalam mengembangkan hubungan," kata Tass, mengutip duta besar Rusia di Kabul.
Sejumlah negara, termasuk China dan Pakistan, telah menerima diplomat Taliban. Meski begitu, mereka belum secara resmi mengakui pemerintah tersebut.
(bbn)
































