“Kami melakukan panggilan yang cukup panjang. Kami membicarakan banyak hal termasuk Iran. Kami juga membahas, seperti yang Anda tahu, perang dengan Ukraina, dan saya tidak senang dengan itu,” kata Trump kepada wartawan pada Kamis (3/7/2025) malam.
“Tidak, saya tidak membuat kemajuan,” jawab Trump ketika ditanya soal hasil pembicaraan tersebut.
Pihak Kremlin sebelumnya juga mengindikasikan bahwa tidak ada kemajuan berarti dalam upaya mengakhiri perang yang sudah berlangsung hampir tiga setengah tahun itu — yang menjadi salah satu fokus utama kebijakan luar negeri Trump.
“Donald Trump sekali lagi mengangkat isu penghentian permusuhan secepatnya,” kata penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, kepada wartawan usai percakapan yang berlangsung hampir satu jam tersebut. Putin, tambah Ushakov, menegaskan bahwa Rusia “tidak akan mundur” dari tujuan perangnya.
Ia menggambarkan percakapan itu sebagai “terbuka, profesional, dan konkret,” seraya menambahkan bahwa kedua pemimpin sepakat untuk melanjutkan diskusi dalam waktu dekat. Putin dan Trump juga membahas situasi Iran dan Timur Tengah “secara cukup mendetail,” ujarnya.
Tidak ada pembahasan soal kemungkinan pertemuan langsung kedua pemimpin, dan mereka juga tidak menyinggung keputusan AS untuk menghentikan suplai senjata ke Ukraina, tambah Ushakov.
Trump diperkirakan akan mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Jumat, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Trump berkampanye dengan janji untuk segera mengakhiri perang Ukraina, dengan mengandalkan hubungannya dengan Putin, namun ia juga mengancam akan mundur dari upaya perdamaian jika kedua pihak tidak mencapai kesepakatan. Bulan lalu, Trump menyuarakan kekecewaannya atas lambatnya perkembangan, dengan mengatakan mungkin perlu membiarkan Ukraina dan Rusia “berperang dulu untuk sementara waktu” sebelum mencoba menengahi perdamaian.
Meski memperketat suplai senjata ke Ukraina, Trump belum menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia, meskipun ada seruan dari Zelenskiy dan para pemimpin Eropa untuk meningkatkan tekanan terhadap Putin.
(bbn)































