Logo Bloomberg Technoz

Otniel Wafom, Koordinator Departemen Forkom SKK Migas Wilayah Papua Maluku, menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung target produksi minyak nasional 2025 yang ditetapkan dalam APBN sebesar 605 ribu barel per hari.

"Target produksi minyak nasional di tahun 2025 yang ditetapkan di APBN sekitar 605 ribu barel/hari, namun hingga saat ini produksi minyak baru mencapai 580 ribu barel/hari, ini berarti terdapat GAP sekitar 20 ribuan. Mudah-mudahan kegiatan eksplorasi yang dicanangkan di seluruh Indonesia termasuk sumur eksplorasi BIT-001, dapat mendukung pencapaian target produksi minyak nasional,” jelas Otniel.

Hal senada disampaikan Suroso, Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, dan ESDM Papua Barat Daya, yang menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam mendukung ketahanan energi.

“Pada kesempatan ini, saya mengajak semua stakeholder mari kita dukung upaya ini, sehingga apa yang dicita-citakan atau dihajatkan bisa terlaksana dengan baik. Pengeboran eksplorasi ini akan memberikan kontribusi positif bagi pencapaian target produksi migas nasional dan juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Suroso.

Dukungan Pemilik Ulayat

Stefanus Mamaringgofok, perwakilan marga pemilik ulayat, menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pengeboran di atas tanah adat mereka. Ia juga menyampaikan harapan agar proses pengeboran tersebut berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat maupun daerah setempat.

(tim)

No more pages