Logo Bloomberg Technoz

Menurut Dadan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) melonggarkan importasi food tray untuk MBG karena kebutuhan produksi dalam yang masih sedikit untuk mencapai target penerima 82,9 juta tahun 2025.

“Tapi kita harus melihat kesiapan dalam negeri, jangan sampai program kita terhambat hanya gara-gara itu. Jadi kita ingin meningkatkan produksi dalam negeri tapi program kita juga nggak boleh terhambat,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mempermudah impor food tray untuk pelaksaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Food tray ini adalah produk untuk menunjang program makan bergizi gratis. Jadi kami memberikan kemudahan untuk memperlancar program pemerintah,”kata Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta.

Impor food tray diusulakn tidak ada larangan dan pembatasan (lartas) karena suplai dalam negeri masih belum memenuhi kecukupan.

Minta dana tambahan Rp50 Triliun

Saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Dadan mengatakan bahwa anggaran senilai Rp 71 triliun dengan target 82,9 juta penerima manfaat di 2025 tidak cukup.

Dia berencana untuk mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp50 triliun.

“Kelihatannya BGN harus kembali ke Komisi IX untuk menjustifikasi tambahan Rp50 triliun, karena kalau Rp71 triliun saja tidak cukup,” kata Dadan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Dadan menjelaskan per juni 2025 anggaran makan bergizi gratis (MBG) telah terserap Rp5 triliun dengan 5,59 juta penerima manfaat.

Pada bulan selanjutnya, Juli, dia mengatakan bahwa proyeksi anggaran sekitar kurang lebih Rp14 triliun.

Dadan pun menjelaskan mengapa realisasi penyerapan anggaran makan bergizi gratis rendah, dan meminta anggaran ditambah..

“Kita mulai November akan kekurangan, makanya harus ada tambahan Rp50 triliun untuk dua bulan tersisa November dan Desember,” lanjutnya.

(dec/spt)

No more pages