RI Dinilai Tak Perlu Gegabah Kuasai Saham Proyek Baterai CATL-IBC
Mis Fransiska Dewi
01 July 2025 11:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Keinginan pemerintah untuk segera menambah porsi saham BUMN di lini hilir proyek ekosistem baterai terintegrasi atau Proyek Dragon yang dikembangkan bersama raksasa baterai China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), dinilai terlalu terburu-buru.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menyarankan pemerintah untuk mengambil alih saham tersebut secara bertahap, sembari menyiapkan modal yang kuat untuk proses akuisisi.
“Kalau mayoritas memang terlalu terburu-buru, karena itu membutuhkan investasi yang besar. Kita punya duit enggak? Harus diingat soal kapasitas dan kemampuan,” kata Bisman saat dihubungi, Selasa (1/7/2025).
Bisman menjelaskan setiap saham yang didapatkan oleh Pemerintah Indonesia, dipastikan akan terkonversi dengan nilai ribuan dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk itu, pemerintah dinilai harus pandai mengukur kapasitas RI dalam berkontribusi atau menyiapkan modal untuk wacana akuisisi tersebut.
































