Logo Bloomberg Technoz

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich memperkirakan total biaya perang bisa mencapai 12 miliar dolar AS. Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Israel Amir Yaron menyebut angkanya sekitar separuh dari itu saat diwawancarai Bloomberg TV pada Rabu (25/6/2025). Berapa pun angka akhirnya, ini menjadi beban besar bagi ekonomi Israel yang sudah tertekan akibat konflik yang berlangsung selama 20 bulan terakhir.

Bank Sentral Israel memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 3,5 persen, namun angka tersebut kemungkinan akan terdampak oleh perang terbaru ini.

Israel memulai serangan awal berupa drone dan misil ke Iran pada 13 Juni, dan kedua pihak saling melancarkan serangan hingga Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada Selasa dini hari. Layanan darurat Israel melaporkan 28 orang tewas dan lebih dari 1.300 luka-luka akibat serangan misil, sementara pemerintah Iran menyebutkan 627 warganya tewas.

Meski memiliki salah satu sistem pertahanan udara tercanggih di dunia, Israel biasanya memperkirakan sekitar 10 hingga 15 persen misil musuh akan lolos.

“Misil-misil balistik itu, benar-benar menghancurkan banyak bangunan,” kata Trump pada Rabu. Ia menyebut Israel dan Iran kini sudah “lelah, kehabisan tenaga.”

Selama 12 hari perang, aktivitas ekonomi Israel nyaris lumpuh total. Sekolah dan bisnis ditutup kecuali yang dikategorikan esensial. Pemerintah memperkirakan kompensasi untuk pelaku usaha bisa mencapai 5 miliar shekel.

Jumlah kompensasi yang mungkin harus dibayarkan pemerintah dua kali lipat dari yang telah dikeluarkan sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, termasuk untuk komunitas yang hancur dalam serangan tersebut. Biaya ini juga mencakup serangan roket Hizbullah dari Lebanon ke desa-desa di utara Israel.

Perang dengan Iran jauh lebih mahal dibanding konflik dengan Hamas atau Hizbullah karena dua alasan utama. Pertama, serangan sebelumnya banyak menargetkan komunitas kecil di pedesaan. Kali ini, Iran langsung menyerang kota-kota padat penduduk di pusat Israel, termasuk wilayah metropolitan Tel Aviv yang dihuni lebih dari 50 persen penduduk Israel. Kedua, misil Iran jauh lebih kuat dibanding senjata kelompok sekutunya, dengan daya ledak mencapai 500 kilogram yang pecah menjadi bom-bom kecil saat menghantam target.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan selama perang bahwa membatasi kapasitas misil balistik Iran menjadi salah satu tujuan utama perang, selain menghancurkan program nuklir Iran. Israel memperkirakan Iran memiliki 2.000–2.500 misil semacam itu sebelum konflik dan kini masih menyimpan sekitar separuhnya.

Selain kawasan pemukiman, Institut Sains Weizmann — salah satu lembaga penelitian utama Israel — dan kilang minyak terbesar di Haifa juga rusak parah. Sebuah rumah sakit umum di selatan Israel terkena serangan langsung.

(bbn)

No more pages