"Kalau ada disrupsi rantai pasok, berarti nanti pasokan akan berkurang, atau bisa jadi kayak ketika mau lewat ke situ, nanti harga insurance akan naik. Tentu setelah disrupsi rantai pasok, dampaknya adalah ke harga komoditas," tambahnya.
Dia menyebut, ketika perang Iran-Israel berlangsung selama beberapa hari telah berdampak pada kenaikan harga minyak dunia sekitar 8%. Meski berlangsung sebentar, kata dia, hal ini turut merembet pada harga komoditas lainnya dan berpotensi menyebabkan inflasi.
"Dalam beberapa tahun terakhir, dunia itu lagi struggle mengendalikan inflasi. Jika inflasinya naik, berarti suku bunga bank sentral di berbagai belahan bumi ini nggak akan turun. Padahal kalau misalnya suku bunganya nggak turun, ekonomi nggak akan jalan secepat biasanya," terangnya.
Sementara itu, dari sentimen pasar keuangan, ia mengungkapkan, indeks ekuitas global mengalami penurunan dan terjadi capital flight to safety. Di mana, banyak investor mengalihkan aset yang diharapkan nilainya tetap stabil dan aman atau safe haven.
"Kalau ke Indonesia sendiri, dampaknya pasti akan ada ke net impact, defisit yang perlu kita jaga. Karena APBN ini penting untuk dijaga sustainability-nya. Tentu juga inflasi menjadi salah satu concern, itu bikin orang jadi semakin risk averse, takut, khawatir, dan cemas," pungkasnya.
Diketahui, aliran minyak dari Teluk Persia anjlok pada awal pekan ini; sebuah tanda bahwa beberapa pemilik kapal tanker telah waspada terhadap situasi keamanan. Akan tetapi, arus minyak dari choke point Selat Hormuz terpantau sedang dalam perjalanan untuk pulih dengan tajam.
Pengiriman tanker keluar melalui Selat Hormuz, yang jalur air vital yang menangani seperlima dari arus minyak dunia, menurun sebesar 45% pada Senin (23/6/2025) dibandingkan dengan arus rata-rata yang diamati bulan ini, menurut data pelacakan kapal yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Namun, data awal untuk Selasa (24/6/2025) tampaknya menunjukkan pemulihan yang tajam. Hal ini mungkin menjadi sebuah tanda bahwa pemilik tanker sudah lebih nyaman tentang risiko keamanan di tengah gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Iran.
(lav)






























