Logo Bloomberg Technoz

Kredit Bank Himbara Untuk Koperasi Desa Ancam Stabilitas Keuangan

Merinda Faradianti
26 June 2025 18:40

Menko Pangan & Ketua Satgas KDKMP Zulkifli Hasan saat sambutan mengenai Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, Rabu (25/6/2025). (Bloomberg Technoz)
Menko Pangan & Ketua Satgas KDKMP Zulkifli Hasan saat sambutan mengenai Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, Rabu (25/6/2025). (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Peneliti Celios Muhammad Saleh menyoroti kredit dari bank Himbara yang membiayai pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KMP). Kata dia, langkah ini akan berpotensi menimbulkan distorsi hingga mengancam stabilitas sistem keuangan.

"Dana Desa akan dipotong secara langsung oleh pemerintah pusat dan dialihkan untuk membayar cicilan kredit KMP kepada Himbara melalui Rekening Kas Umum Negara (RKUN)," katanya pada Bloomberg Technoz, Kamis (26/6/2025).

Saleh melanjutkan, dalam laporan Celios berjudul 'Ko Peras Desa Merah Putih' yang dipublikasi pada Juni 2025 menyebutkan setiap desa mengalami kebocoran anggaran hingga Rp60 juta per tahun. Sementara itu, 12,8% dari dana desa yang dialokasikan untuk pembangunan selama 10 tahun dinilai berisiko bocor. 


"Lebih parah, cicilan utang ini dibayar bukan dari keuntungan koperasi secara langsung melainkan dari pemotongan Dana Desa yang semestinya dialokasikan untuk ketahanan pangan," jelasnya.

Saleh menekankan, akibat pemindahan alokasi Dana Desa ini, selama masa pelunasan utang kemampuan skala pemerintah desa akan berkurang. Karena sebagian Dana Desa akan dipotong guna dialokasikan untuk membayar cicilan kredit koperasi.