Logo Bloomberg Technoz

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan penambahan produksi minyak sebesar 30.000 bph tersebut merupakan tambahan dari produksi awal sebanyak 150.000 bph. Dengan demikian, produksi Exxon di lapangan tersebut mencapai 180.000 bph. 

“[Produksi] 30.000 bph kerjanya hanya 8 bulan, maju 10 bulan dari perencanaan. 30.000 bph ini penambahan dari 150.000 bph. Jadi total 180.000 bph dengan kata lain 25% dari lifting nasional,” kata Bahli.

Dia pun meyakini pemerintah akan melampaui target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar 605.000 bph.

Bahlil menyebut peningkatan produksi minyak tersebut demi mewujudkan target lifting minyak 1 juta barel pada 2030 untuk swasembada energi.

“Kerja keras kita, KKKS, insyallah target [lifting] APBN 605.000 bpd insyaallah akan kita bisa wujudkan bersama-sama,” ujarnya.

Bahlil mengungkapkan nilai investasi proyek tersebut mencapai US$4 miliar dan akan menyumbang pendapatan negara sebesar US$35 miliar. Proyek tersebut juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi wilayah Bojonegoro dan Jawa Timur.

(mfd/wdh)

No more pages