Indika Energy (INDY) Tambah Utang Rp6,1 Triliun
Artha Adventy
26 June 2025 10:46

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten terafiliasi Arsjad Rasjid, PT Indika Energy Tbk (INDY), kembali menambah utang jumbo untuk memperkuat struktur keuangan dan memperluas ekspansi ke sektor non-batubara.
Berdasarkan keterbukaan informasi publik, INDY mengumumkan telah menandatangani fasilitas pinjaman multicurrency senilai US$203 juta dan Rp2,8 triliun, atau senilai total Rp6,1 triliun (kurs jisdor Rp16.292). Manajemen Indika menyebut pinjaman ini bersumber dari sindikasi perbankan yang terdiri atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank DBS Indonesia, dan PT Bank UOB Indonesia.
Dana yang diperoleh akan digunakan untuk dua kepentingan utama membayar lebih awal fasilitas pinjaman senilai US$250 juta yang diperoleh pada Maret 2023 serta membiayai pengembangan tambang emas Awak Mas yang dikelola oleh anak usaha Indika, PT Masmindo Dwi Area.
Transaksi ini juga mencakup penandatanganan sejumlah dokumen pendukung, termasuk surat fasilitas, perjanjian gadai rekening, dan surat tambahan antar kreditur.
“Perjanjian pinjaman baru dijamin secara pari passu dengan surat utang senior Indika senilai US$455 juta dengan bunga 8,75% yang jatuh tempo pada 2029,” tulis Manajemen INDY, Kamis (26/6/2025).






























