Laporan yang dirilis oleh The Wall Street Journal tersebut, yang juga diberitakan Al Jazeera, mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Menurut sumber itu, AS telah mengetahui persoalan kapasitas tersebut selama beberapa bulan terakhir. Washington pun memperkuat pertahanan Israel dengan menempatkan sistem tambahan di darat, laut, dan udara.
2. Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Apa Akibatnya?
Serangan udara Israel telah melumpuhkan sebagian besar kemampuan rudal balistik Iran dan memutus komando militer negara tersebut.
Namun, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menolak menyerah. Ia bahkan memperingatkan bahwa keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik akan menimbulkan "kerusakan yang tak dapat diperbaiki."
Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa Iran bisa menggunakan opsi lain untuk menekan musuh-musuhnya: menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit di mulut Teluk Persia yang dilalui sekitar 26% perdagangan minyak dunia.
Jika Iran benar-benar menghalangi jalur ini, harga minyak global berpotensi melonjak tajam, memicu guncangan ekonomi internasional.
3. Investigasi Awal Kecelakaan Air India: Masalah Dua Mesin Boeing
Hasil investigasi awal kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad, barat India, Kamis (12/6/2025), menunjukkan adanya masalah pada dua mesin Boeing 787-8 Dreamliner.
Hal ini dibuktikan dari rekaman video dan temuan awal yang memperlihatkan pesawat gagal mencapai ketinggian, hanya mampu mendaki sekitar 137 meter sebelum akhirnya jatuh dan meledak.
Dalam beberapa klip dari rekaman video yang beredar, terlihat roda pendaratan masih dalam posisi terbuka usai lepas landas, dan penutup pada bagian belakang sayap—yang seharusnya membantu daya angkat di kecepatan rendah—tampak terangkat lebih awal secara tidak semestinya.
4. Tensi Memanas, China Kerahkan Puluhan Jet Tempur ke Dekat Taiwan
China mengerahkan pesawat tempur terbanyak ke Taiwan sejak Oktober. Hal ini terjadi setelah anggota parlemen AS mengunjungi petinggi militer, serta kapal perang Inggris dan Jepang berlayar melalui selat yang memisahkan pulau itu dari daratan China.
Kementerian Pertahanan di Taipei dalam pernyataannya mengatakan, sekitar 46 jet tempur Tentara Pembebasan Rakyat (TPN) melintasi garis tengah di selat itu dalam 24 jam hingga Jumat (20/6/2025) pagi.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa mereka memantau dan "merespons dengan tepat" terhadap gerakan tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
5. Rusia Peringatkan AS Jangan Bantu Israel Serang Iran
Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak melancarkan serangan pada Iran karena hal tersebut dapat secara drastis mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah. Peringatan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, pada Rabu (18/6/2025).
Dalam pernyataannya di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Ryabkov mengatakan bahwa Moskow mendesak Washington untuk tidak ikut campur secara langsung dalam konflik Iran-Israel.
"Langkah itu akan sangat mengacaukan seluruh situasi," kata Ryabkov kepada kantor berita Interfax seperti diberitakan Reuters, seraya mengecam rencana-rencana semacam itu sebagai "spekulatif dan dugaan semata."
Rusia juga memperingatkan bahwa serangan udara Israel terhadap infrastruktur nuklir Iran dapat memicu bencana nuklir. Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), Sergei Naryshkin, menyebut situasi antara Iran dan Israel kini berada dalam kondisi "kritis."
(ros)
































