"Setidaknya ada sembilan pantai eksotis yang jadi mahkota Pulau Nias. Kekayaan ini bukan hanya aset lokal, tapi bisa jadi energi ekonomi baru bagi Indonesia dari barat,” tutur dia.
Sekretaris Perusahaan ASDP Shelvy Arifin mengatakan, KMP Jatra II sendiri merupakan kapal jenis Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) dengan panjang 90,79 meter dan lebar 15,6 meter yang mampu mengangkut hingga 425 penumpang dan 100 kendaraan.
Dengan kecepatan rata-rata 10 knot, kapal tersebut dirancang untuk menjamin pelayaran antarpulau yang stabil, efisien, dan aman.
“Keberadaan KMP Jatra II di lintasan Sibolga–Gunungsitoli akan mempercepat arus mobilitas masyarakat, memperlancar pasokan logistik, dan secara langsung menurunkan biaya distribusi barang kebutuhan pokok,” ujar Shelvy.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Maret tahun ini mengalami penurunan, menjadi hanya 841.030 kunjungan.
Angka tersebut susut 2,18% dibandingkan bulan sebelumnya atau Februari, serta merosot hingga 5,63% secara tahunan.
Meski demikian, periode Januari-Februari 2025, sebesar 1,89 juta kunjungan. Jumlah ini meningkat sekitar 13% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar 1,68 juta kunjungan.
"Kami optimistis, bahwa target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dapat tercapai dengan berbagai upaya yang kami lakukan," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, awal Mei lalu.
(ell)






























