Logo Bloomberg Technoz

Kategori itu menetapkan jatah saham IPO minimal 2,5% dari jumlah emisi atau minimal setara Rp75 miliar dari nilai emisi keseluruhan.

Artinya, jatah saham IPO CDIA dalam penjatahan terpusat (pooling allotment), tersedia paling sedikit sebanyak 312,07 juta saham. Berbeda dengan fixed allotment yang ditujukan untuk investor institusi, pooling allotment merupakan penjatahan pesanan untuk investor ritel.

Jika ternyata pesanan saham IPO CDIA dari investor ritel melampaui jatah untuk pooling allotment (oversubscribed), maka ada tiga tahap penyesuaian yang akan dilakukan.

Pertama, jika oversubsribed mencapai antara 2,5-10 kali, maka jumlah saham untuk pooling allotment dinaikkan menjadi minimal 5% dari keseluruhan jumlah emisi.

Penyesuaian kedua, persentase dinaikkan minimal menjadi 7,5% dari keseluruhan jumlah emisi. Penyesuaian ini dilakukan jika IPO CDIA mengalami oversubscribed 10-25 kali.

Jika ternyata oversubscribed masih terjadi dan mencapai lebih dari 25 kali, maka penyesuaian ketiga dilakukan. Penyesuaian ini mewajibkan CDIA menyiapkan porsi saham untuk pesanan ritel minimal 12,5% dari keseluruhan jumlah emisi.

Apabila saat penyesuaian terakhir IPO CDIA masih mengalami kelebihan permintaan, barulah pembagian dilakukan secara proporsional.

Sistem hanya akan memberikan jatah pemesanan maksimal 10 lot saham CDIA. Jika suplai sahamnya juga ternyata masih kurang, maka pemesan yang datang lebih awal akan diprioritaskan.

Dengan asumsi harga pelaksanaan IPO CDIA di Rp190/saham, maka investor ritel kemungkinan hanya bisa membeli maksimal 10 lot saham atau setara sekitar Rp190 ribu jika antrean pemesanan saham CDIA benar-benar membludak.

Tanggal penjatahan IPO CDIA jatuh pada 4 Juli 2025. Sementara, masa penawaran awal berlangsung mulai 19-24 Juni 2025 yang dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 2-4 Juli 2025.

CDIA akan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2025.

(dhf)

No more pages