Logo Bloomberg Technoz

Seperti diketahui, ARCI melaporkan intersepsi pengeboran yang besar pada kuartal III-2024 menghasilkan temuan bijih emas dengan kadar tinggi sebesar 60 gram per ton dengan ketebalan 36 meter dari kedalaman 178 meter hingga 214 meter.

Jumlah itu lebih besar dibanding pemain besar seperti Spartan Resources, yang memiliki kadar 39.2 gram per ton dengan ketebalan 27 meter dari kedalaman 607 meter.

"Dibandingkan dengan perusahaan lain yang hanya menemukan kadar emas sekitar 30 gram per ton dengan ketebalan 27 meter, temuan ARCI memiliki potensi lebih besar baik dari segi kadar maupun dimensi," jelas Rudy.

“Cadangan yang akan kami temukan akan memberikan dampak yang sangat besar buat perusahaan. Ini akan memberikan life of mine [LoM] perusahaan yang jauh lebih besar." 

Ia menambahkan, terkait adanya komunikasi langsung dari Rajawali mengenai rencana divestasi, Rudy menyatakan sejauh ini belum ada pembicaraan resmi. Jika memang terdapat komunikasi dari pemegang saham ke perusahaan, maka ARCI punya kewajiban untuk melakukan keterbukaan informasi. 

Dikaitkan dengan UNTR

Isu divestasi Grup Rajawali atas ARCI sejatinya bukan barang baru. Isu serupa sempat muncul jelang akhir 2023. 

Dilansir dari Bloomberg, Rajawali, yang memiliki sekitar 85% saham ARCI, sedang mengincar valuasi sekitar US$1 miliar untuk entitas usahanya tersebut melalui sebuah kesepakatan, kata salah satu sumber.

Grup Rajawali kabarnya telah bekerja sama dengan penasihat keuangan mengenai potensi divestasi tersebut. Namun, perusahaan masih tetap akan mempertahankan sebagian porsi kepemilikan.

Nama PT United Tractors Tbk (UNTR) kemudian dikaitkan sebagai salah satu calon pembeli.

Pasar mengaitkan agenda ARCI dengan UNTR bukan tanpa alasan. Pasalnya, distributor alat berat Komatsu ini tengah dalam agenda mengurangi bisnis tambang berbasis batu bara.

Sebagai gantinya, UNTR akan banting setir ke bisnis tambang mineral. Perusahaan juga sempat mengakuisisi saham perusahaan nikel asal Australia.

Akuisisi dilakukan melalui entitas usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara. Perusahaan ini baru saja menandatangani perjanjian pengambilan bagian (subscription agreement) atas 857 juta saham Nickel Industries Limited.

(dhf)

No more pages