Mengutip data Bloomberg, saat ini hanya satu analis yang memberi rekomendasi terhadap saham FORE. Satu analis itu menyematkan rekomendasi beli (buy).
Namun, target harga saham FORE untuk 12 bulan ke depan ada di Rp 450. Artinya, ada risiko kerugian 32,3% dari harga saat ini.
Beban Utang
Perusahaan yang mencatatkan aset Rp 604,78 miliar per September 2024 ini memang sudah memiliki 237 gerai di seluruh Indonesia. Namun, angka utangnya yang melonjak 45,62% dari akhir 2023 seharusnya menjadi perhatian serius investor.
Dari total utang tersebut, sebesar Rp 248,98 miliar merupakan utang jangka pendek, termasuk kepada pemasok makanan dan minuman, logistik, hingga sewa gerai. Sementara sisanya Rp 132,49 miliar adalah utang jangka panjang, sebagian berasal dari pinjaman ke PT Maybank Indonesia Tbk (BNII).
Dengan ekuitas hanya Rp 223,31 miliar, rasio utang terhadap ekuitas (DER) FORE sudah berada di 1,71 kali. Di atas batas ideal sektor consumer goods yang umumnya berkisar antara 1-1,5 kali. Ini mencerminkan struktur permodalan yang cukup agresif, dan bisa berdampak pada fleksibilitas keuangan ke depan.
Kinerja pendapatan memang melonjak 135,35% secara tahunan menjadi Rp 727,37 miliar. Namun beban pokok penjualan tumbuh lebih tinggi, 147,17% ke Rp 280,82 miliar. Kenaikan ini menggerus margin keuntungan yang seharusnya bisa lebih optimal.
(red)




























