Dalam beberapa tahun terakhir, kota terbesar ketiga di AS ini kesulitan mengatasi remaja yang kumpul-kumpul di dekat Taman Millenium dan Magnificent Mile yang merupakan daerah pusat pebelanjaan mewah kota itu.
Pada Maret lalu, seorang pengunjung asal Connecticut tak sengaja tertembak ketika remaja berusia 15 tahun melepas tembakan setelah kelompoknya diusir dari satu bioskop di pusat kota itu.
Walikota Brandon Johnson mengatakan langkah itu "reaksi terburu-buru" dan mengatakan tidak ada bukti empiris bahwa jam malam akan mengurangi kekerasan.
Johnson menegaskan akan memveto aturan baru yang lolos DPRD kota Chicago dengan 27 suara setuju dan 22 menolak.
Aturan ini diajukan oleh Brian Hopkins, seorang anggota DPRD dari daerah pemilihan Gold Coast dan Stretville yang elit.
“Peraturan jam malam ini adalah alternatif yang lebih baik daripada menangkap remaja,” kata Hopkins dalam rapat DPRD itu.
“Polisi bisa saja menangkap mereka, tapi mari kita beri solusi yang lebih baik agar mereka tidak perlu ditangkap. Biarkan para remaja dipulangkan dengan aman ke keluarganya saat orang tua atau wali mereka datang menjemput. Itu jauh lebih baik daripada harus menangkap mereka karena melakukan hal-hal yang sebenarnya adalah tindakan kriminal. Ini adalah tindakan kriminal, bukan sekadar kenakalan remaja." ujar Hopkins.
Kelompok pembela hak-hak sipil Amerika ACLU cabang negara bagian Illinois menentang aturan tersebut.
Mereka menulis surat yang menegaskan bahwa aturan itu “tidak sesuai dengan standar hukum untuk penangkapan dan peradilan.”
Sementara itu, asosiasi pengacara nasional cabang Chicago juga menentangnya dengan mengatakan bahwa aturan ini “berpotensi besar melanggar hak-hak proses hukum warga untuk mendapatkan pemberitahuan tentang perilaku mana yang dilarang atau ilegal.”
“Kami khawatir usulan ini akan membuat remaja kulit hitam dan kulit berwarna kembali mengalami praktik pengawasan berlebihan yang melanggar hak perlindungan setara dan bersifat merugikan serta tidak adil,” ujar kelompok itu dalam pernyataannya.
Data polisi kota Chicago menunjukkan bahwa tingkat kejahatan di Chicago turun 12% tahun lalu, namun masih 48% lebih tinggi dibandingkan tahun 2020.
Crime Lab Universitas Chicago menyebut bahwa peningkatan angka kejahatan di Chicago biasanya terjadi di bulan-bulan musim panas dan menyumbang sepertiga dari total penembakan di kota tersebut setiap tahun.
Aturan baru ini menyebutkan bahwa jam malam darurat dapat diberlakukan setelah kepala kepolisian Chicago berkonsultasi dengan wakil walikota urusan keamanan masyarakat. Kepala polisi juga harus memberi informasi kepada publik dan Kantor Manajemen Darurat dan Komunikasi, yang akan mengirimkan pemberitahuan kepada lembaga-lembaga terkait dan kantor anggota dewan kota.
(bbn)




























