Sementara itu, wilayah selatan China diguyur hujan lebat, namun curah hujan tersebut tidak mendorong pembangkitan listrik tenaga air, yang justru turun 14% secara tahunan.
Produksi dari pembangkit tenaga nuklir, angin, dan surya mengalami peningkatan, namun belum mampu menahan laju kenaikan dari sumber termal.
Secara kumulatif, pembangkitan listrik dari bahan bakar fosil selama Januari–Mei masih turun 3,1% dibandingkan periode yang sama 2024, seiring tingginya kontribusi dari energi angin dan surya serta perlambatan permintaan listrik.
China merupakan importir batu bara dan gas terbesar dunia, dan sejauh ini pembelian kedua komoditas tersebut menurun sepanjang 2025.
Harga batu bara spot di pasar domestik China juga terus merosot, menyentuh level terendah sejak 2021 dan tercatat turun 30% dalam satu tahun terakhir.
(bbn)





























