Pergerakan saham-saham teknologi, saham barang baku, dan saham kesehatan menjadi pemberat laju IHSG dengan melemah mencapai 1,31%, 0,95% dan 0,65%.
Di samping itu, masih ada saham-saham yang menguat hingga menjadi top gainers di antaranya saham PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) yang melesat 34,5%, saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melejit 34,5%, dan saham PT Era Mandiricemerlang Tbk (IKAN) menguat 34,4%.
Untuk saham-saham yang melemah dan menjadi top losers, antara lain, PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) yang jatuh 14,8%, saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) amblas 14,5%, dan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) jatuh 11,1%.
Bursa Asia lain ikut melemah, terutama saham-saham Hang Seng (Hong Kong), SETI (Thailand), SENSEX (India), TW Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Tokyo), TOPIX (Jepang) dan CSI 300 (China) yang tertekan dan drop dengan masing-masing mencapai 1,36%, 1,14%, 1%, 0,81%, 0,65%, 0,21%, dan 0,06%.
Di sisi berseberangan, Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), KOSPI (Korea Selatan), KLCI (Malaysia), Shenzhen Comp. (China), FTSE Straits Times (Singapura), dan Shanghai Composite (China) yang berhasil menguat masing-masing 0,59%, 0,45%, 0,18%, 0,15%, 0,08%, dan 0,01%.
Dari regional Asia tersengat sentimen kehati-hatian, investor menunggu rincian lebih lanjut tentang kesepakatan dagang AS–China. Seiringan dengan Inflasi AS yang lebih rendah dari prediksi mendukung argumen untuk pemotongan suku bunga acuan Federal Reserve di sepanjang 2025.
Presiden Donald Trump mengatakan, Seperti yang diwartakan Bloomberg News, Kerangka kerja perdagangan dengan China telah selesai. Sehingga, Beijing akan memasok tanah jarang dan magnet, sementara AS mengizinkan mahasiswa China masuk ke perguruan tinggi dan universitasnya.
Pergerakan yang relatif terbatas ini memicu pertanyaan baru tentang syarat-syarat kesepakatan yang dicapai negosiator AS dan China pada Selasa, di mana ketegangan antara Washington dan Beijing mungkin menjadi katalis baru bagi aset berisiko.
Keyakinan Konsumen RI Terendah Sejak 2022
Sedang, sentimen yang menggerakkan IHSG hari ini datang dari pengumuman Bank Indonesia (BI) perihal hasil Survei Keyakinan Konsumen Mei 2025.
Hasilnya, Konsumen Indonesia tetap optimistis, tetapi optimisme itu meredup dalam memandang perekonomian saat ini hingga beberapa bulan mendatang.
Pada Kamis, BI melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei berada di 117,5. IKK di atas 100 masih mencerminkan konsumen optimistis melihat perekonomian saat ini hingga 6 bulan mendatang. Akan tetapi, IKK Mei jauh lebih rendah ketimbang April yang ada di 121,7. IKK di 117,5 juga menjadi yang terendah sejak September 2022 atau hampir 3 tahun.
Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) berada di 106 pada Mei. Jauh lebih rendah dibandingkan April yang sebesar 113,7. Sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Mei ada di 129. Juga jauh lebih rendah dari posisi April yang sebesar 129,8.
(fad/wep)

























