“Pesannya adalah jaga Pak Prabowo, jaga beliau, pemerintahan ini supaya berjalan dengan baik, saling mendukung satu sama lain. Jaga kekompakan, jaga persatuan. Beliau sebagai presiden memberikan masukan seperti itu,” ungkap dia.
Meski demikian, dia memastikan pertemuan yang dihadiri sejumlah elit PDIP tersebut tak membahas soal potensi partai berlambang kepala banteng tersebut gabung ke pemerintahan Prabowo. Dia pun memastikan, PDIP belum ada keputusan untuk mengisi kursi pada kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.
Hal tersebut juga menjadi alasan dirinya menegaskan bahwa tidak terdapat potensi perombakan kabinet yang dilakukan dalam waktu dekat, menurutnya hingga hari ini belum terdapat pembicaraan terkait reshuffle kabinet yang dilakukan.
“Belum ada rencana untuk melakukan reshuffle. Belum ada ya. Nanti kalau disampaikan tidak ada, Anda bertanya lagi. Nanti dikira bohong. Belum ada. Tapi lebih maknanya semua dilakukan evaluasi terus-menerus. Terhadap kinerja seluruh kementerian maupun Lembaga,” kata dia.
“Jadi kita lebih fokus ke menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi bersama-sama. Daripada sekedar membahas reshuffle, reshuffle."
Beberapa foto pada unggahan tersebut, menampilkan Dasco dan Prasetyo juga berbincang bersama sejumlah elit PDIP seperti Ketua DPP yang juga Ketua DPR, Puan Maharani; anggota DPR Said Abdullah; dan mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
Menurut Dasco, dalam pertemuan tersebut, Megawati dan para petinggi PDIP memberikan masukkan kepada Partai Gerindra untuk menjaga dan mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan ini kemudian dikaitan dengan kehadiran Megawati dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Senin lalu. Dalam acara tersebut, Megawati menjadi satu-satunya presiden purna tugas yang hadir dalam upacara. Kesempatan tersebut pun menjadi sejumlah momen kebersamaan antara Prabowo dan Megawati usai pertemuan keduanya usai Idul Fitri 1446 Hijriah.
Rentetan peristiwa ini menjadi sinyal potensi PDIP merapat pada koalisi pemerintahan; entah gabung ke dalam kabinet atau hanya di DPR. Toh, Prabowo juga menyampaikan pidato tentang rencana mencopot pejabat Kabinet Merah Putih di hadapan Megawati; yang kemudian dinilai sinyal memberikan kursi kosong kepada kader atau elit PDIP di pemerintahan.
(azr/frg)





























