Dalam sebulan terakhir, saham SDRA telah mencatat penurunan sebesar 5,05%, dan dalam tiga bulan terakhir turun lebih dalam, yakni 8,11%.
Menanggapi pemberitaan mengenai potensi fraud senilai USD78,5 juta atau setara sekitar Rp1,78 triliun, manajemen Bank Woori Saudara memberikan klarifikasi resmi, menyatakan bahwa nilai tersebut bukanlah angka kerugian final.
“Nilai USD78,5 juta yang tercantum dalam pengungkapan oleh Woori Bank Korea bukan merupakan nilai pasti kerugian, melainkan total exposure atau keseluruhan nilai transaksi antara Bank Woori Saudara dan nasabah yang bersangkutan,” tulis manajemen dalam pernyataan resmi.
Bank Woori Saudara juga menegaskan bahwa hingga saat ini nilai pasti dari kerugian masih dalam proses investigasi dan belum dapat ditentukan sebelum audit internal rampung sepenuhnya. Manajemen memastikan bahwa kegiatan operasional bank tetap berjalan normal di seluruh kantor cabang.
(dhf)

























