Perusahaan yang berbasis di Osaka ini menyatakan pada Jumat (9/5/2025) bahwa PHK ini akan menyasar 5.000 karyawan di Jepang dan 5.000 sisanya di luar negeri, dan sebagian besar akan dilakukan pada tahun fiskal yang sedang berjalan.
Nissan PHK 20.000 Pekerja & Tutup Tujuh Pabrik
Nissan Motor Co mengonfirmasi akan memangkas 20.000 tenaga kerja, termasuk memecat 9.000 pekerja yang diumumkan sebelumnya.
Pabrikan otomotif Jepang ini juga akan menutup tujuh pabrik pada tahun fiskal 2027, dengan kapasitas produksi tahunan ditetapkan akan turun menjadi 2,5 juta unit dari 3,5 juta tahun lalu.
Perusahaan dilaporkan membukukan kerugian tahunan terbesar sejak produsen mobil asal Prancis, Renault SA, menyelamatkannya dari kebangkrutan seperempat abad lalu. Kerugian bersih yang dialami Nissan mencapai ¥670,9 miliar (US$4,5 miliar) pada tahun yang berakhir Maret 2025.
Microsoft PHK 6.000 Pegawai
Microsoft Corp mengumumkan akan memangkas 6.000 karyawan di seluruh unit perusahaan dalam upaya merampingkan struktur manajemen.
Berdasarkan dokumen negara bagian yang diajukan pada Selasa (13/5/2025), sekitar 2.000 karyawan yang terdampak berasal dari kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington. Proses PHK ini dijadwalkan dimulai pada 13 Juli mendatang.
Menurut pernyataan juru bicara perusahaan, PHK ini mencakup kurang dari 3% dari total jumlah pegawai dan akan dilakukan di berbagai wilayah, level karyawan, termasuk unit LinkedIn.
Microsoft, yang mempekerjakan 228.000 orang pada Juni 2024, secara berkala melakukan PHK sebagai bagian dari strategi untuk mengarahkan tenaga kerja ke area prioritas. Pada Januari 2023, perusahaan memangkas 10.000 karyawan, termasuk dari divisi headset augmented reality HoloLens dan proyek perangkat keras lainnya.
Burberry PHK 1.700 Karyawan
Burberry akan memangkas hingga 1.700 tenaga kerja seiring label fesyen asal Inggris tersebut berupaya mengurangi biaya di tengah penurunan penjualan.
Burberry menyatakan berencana menghemat tambahan £60 juta (US$80 juta) dalam dua tahun ke depan, yang akan berdampak pada sekitar 1.700 karyawan atau sekitar 18% dari total tenaga kerjanya secara global.
Pengumuman ini muncul setelah perusahaan melaporkan penjualan ritel pada kuartal IV-2024 lebih baik dari perkiraan. Laba operasional yang disesuaikan untuk tahun ini tercatat sebesar £26 juta, jauh di atas estimasi rata-rata analis sebesar £4,7 juta.
Nike PHK Ratusan Pekerja
Nike Inc merampingkan divisi teknologinya dan merumahkan beberapa karyawannya karena manajemen mengatur ulang prioritasnya.
Staf di departemen perusahaan strategis dan fungsi korporat peritel pakaian olahraga terbesar di dunia ini, yang membantu mengelola proses bisnis, terkena dampak dari pemangkasan tersebut. Nike mengalihkan beberapa posisi ini ke vendor pihak ketiga.
CEO Nike, Elliott Hill menunjuk pemimpin baru untuk beberapa departemen termasuk strategy, human resources, dan sports marketing.
Walmart PHK 1.500 Pegawai
Walmart Inc memangkas karyawan di kantor pusat perusahaan di Bentonville, Arkansas, dan kantor-kantor lainnya.
Perusahaan dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah pekerja di tim teknologi globalnya. Kurang dari 1.500 karyawan terkena dampaknya.
Dalam memo yang dilihat Bloomberg News, CEO Walmart AS John Furner dan CTO Suresh Kumar mengatakan perubahan ini ditujukan untuk mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi kerumitan. Selain menghilangkan beberapa posisi, Walmart juga membuka posisi-posisi baru.
Volvo PHK 3.000 Pekerja Global
Volvo Car AB berencana mengurangi sekitar 7% tenaga kerja globalnya karena produsen mobil asal Swedia ini memangkas biaya untuk mengatasi permintaan yang lesu dan melindungi laba perusahaan.
Pada Senin (26/5/2025), Volvo mengatakan langkah ini akan berdampak pada sekitar 3.000 karyawan, termasuk 1.000 konsultan. Pabrikan ini mempekerjakan sekitar 43.800 orang, lebih dari separuhnya di Swedia.
Perusahaan yang dimiliki konglomerasi China, Zhejiang Geely Holding Group, mengatakan PHK terbaru ini berdampak pada 1.200 karyawan di Swedia, 1.000 posisi saat ini diisi oleh konsultan—sebagian besar juga di Swedia—dan sisanya di negara lain.
HSBC PHK 20 Lebih Analis
HSBC Holdings Plc, bank terbesar di Eropa, dilaporkan memberhentikan lebih dari 20 analis dalam beberapa hari terakhir sebagai bagian dari langkah restrukturisasi besar-besaran di divisi perbankan investasinya.
Salah satu yang terdampak adalah Steven Major, kepala riset pendapatan tetap global HSBC yang berbasis di Dubai. Sebagian besar PHK ini terjadi di kawasan Eropa.
Sebagai bagian dari perubahan besar ini, bank yang berbasis di London tersebut juga menggabungkan strategi makro lintas kelas aset, termasuk valuta asing dan pendapatan tetap.
Chevron PHK 200 Pekerja
Chevron Corp akan memangkas sekitar 200 karyawan di wilayah Permian Basin, AS. Jumlah ini lebih rendah dari 800 pekerja yang sebelumnya dilaporkan oleh Texas Workforce Commission.
Dalam pernyataan tertulis pada Kamis (29/5/2025), manajemen Chevron menyebut laporan jumlah PHK oleh komisi tersebut merupakan kekeliruan. "Kami telah menginformasikan kesalahan ini kepada pihak terkait," tulis Chevron.
Chevron tengah menjalani restrukturisasi besar-besaran dalam sejarah perusahaannya. Emiten energi asal AS ini sebelumnya mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja global hingga 20% atau sekitar 9.000 posisi, yang akan berlangsung hingga akhir 2026.
Microsoft PHK Lagi, Kini 300 Pekerja
Microsoft Corp kembali memangkas ratusan tenaga kerja hanya beberapa minggu setelah melakukan PHK terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dokumen resmi negara bagian Washington yang ditinjau Bloomberg, lebih dari 300 karyawan menerima pemberitahuan pada Senin (2/6/2025) bahwa posisi mereka telah dihapus.
Juru bicara Microsoft menyatakan pengurangan jumlah karyawan ini merupakan tambahan dari 6.000 PHK yang diumumkan bulan lalu.
Disney PHK Ratusan Karyawan Film & TV
Walt Disney Co memberhentikan ratusan karyawan di seluruh bisnis film dan TV. PHK dimulai pada Senin (2/6/2025) dan menimpa karyawan di bagian pemasaran, publisitas, pemilihan pemain dan pengembangan, bersama dengan operasi keuangan perusahaan.
Disney, yang berkantor pusat di Burbank, California mengumumkan PHK pada Februari 2023, dengan menghilangkan 7.000 pekerja dalam upaya untuk memangkas biaya sebesar US$5,5 miliar.
Pengurangan karyawan terbaru Disney menyusul sekitar 200 PHK di jaringan ABC dan TV hiburan Disney pada Maret. Secara keseluruhan, perusahaan telah menghilangkan lebih dari 8.000 posisi dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan profitabilitas.
Disney memiliki sekitar 233.000 karyawan pada akhir tahun fiskal terakhirnya pada September, termasuk 76% karyawan penuh waktu.
P&G PHK 7.000 Pekerja
Procter & Gamble Co (P&G) berencana memangkas hingga 7.000 pekerja kantor selama dua tahun ke depan.
Dalam presentasi yang diunggah di situs webnya, P&G mengatakan sekitar 15% tenaga kerja nonmanufaktur saat ini akan terdampak PHK. Lokasi pemangkasan tidak diungkap.
P&G yang bermarkas di Cincinnati menurunkan proyeksi keuangannya pada musim laporan keuangan terbaru untuk memperhitungkan biaya tarif dan tren konsumsi yang memburuk. Produsen Old Spice ini memperkirakan biaya tambahan sebesar US$1 miliar hingga US$1,5 miliar.
Petronas PHK 5.000 Lebih Tenaga Kerja
Petronas, perusahaan minyak dan gas milik negara Malaysia, akan melakukan PHK terhadap sekitar 10% tenaga kerjanya dalam restrukturisasi perusahaan secara menyeluruh karena berupaya mengurangi biaya akibat jatuhnya harga minyak mentah.
Pada konferensi pers di Kuala Lumpur, Kamis (5/6/2025), CEO Muhammad Taufik mengatakan perusahaan akan memangkas lebih dari 5.000 karyawan, dan semua yang terdampak akan diberi tahu pada akhir tahun ini. Petronas juga akan menunda promosi dan perekrutan hingga Desember 2026.
Citi PHK 3.500 Pekerja Teknologi di China
Citigroup Inc akan mem-PHK sekitar 3.500 karyawan teknologinya di China sebagai bagian dari upaya penyederhanaan globalnya.
Bank melalui pernyataan resminya mengakatan PHK di pusat solusi Shanghai dan Dalian diperkirakan akan selesai pada awal kuartal keempat. Beberapa posisi akan direlokasi ke pusat lain untuk mendukung jaringan global Citi. Perusahaan menolak memberikan jumlah tenaga kerja di China.
Citi tengah berupaya merampingkan operasionalnya dan meningkatkan profitabilitas untuk bersaing lebih ketat dengan para rivalnya, dengan target yang ditetapkan tahun lalu, mengurangi 20.000 tenaga kerja pada akhir tahun 2026.
BlackRock PHK 300 Pekerja
Raksasa manajer aset global, BlackRock Inc, kembali melakukan PHK karyawan untuk kedua kalinya tahun ini. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan membelanjakan dana sebesar US$28 miliar untuk ekspansi di pasar privat.
Sekitar 300 posisi akan dipangkas setelah beberapa bulan sebelumnya Blackrock juga mengurangi karyawan. PHK bulan ini mencapai 1% lebih sedikit dari total karyawan BlackRock yang mencapai 22.600 orang per akhir Maret 2025.
BlackRock saat ini mengelola dana nasabah sebesar US$11,6 triliun. Sejak akhir 2023, perusahaan telah meningkatkan jumlah tenaga kerja hingga 14%, sebagian besar berasal dari akuisisi senilai US$12,5 miliar atas Global Infrastructure Partners dan pembelian perusahaan data Preqin Ltd.
(ros)




























