“Jadi suara-suara di luar anggap saja bagian dari bunga-bunga demokrasi. Apakah akan ada? Ya, reshuffle itu sesuatu hal yang mungkin saja terjadi. Tapi kapan dan siapa orang yang akan terkena reshuffle, itu betul-betul hak prerogatif Presiden,” ucap Hasan.
Toh, kata dia, pidato Prabowo berlaku umum dan tidak ditujukan kepada pejabat tertentu di kabinet Merah Putih. Ancaman tersebut harusnya dilihat sebagai dorongan untuk bekerja lebih baik dan menghindari perilaku yang menyimpang.
“Ini peringatan secara umum, dan itu berlaku buat siapa saja. Tidak ditujukan ke orang-orang atau nama-nama tertentu. Kira-kira begitu,” ujar Hasan.
Kemarin, Prabowo dalam pidatonya di Upacara hari Lahir Pancasila, dia bahkan meminta para pejabat di pemerintahannya lebih baik mengundurkan diri jika kinerjanya tidak maksimal; ketimbang akan dilengserkan paksa.
“Semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya berhentikan,” kata Prabowo dikutip, Senin (02/06/2025).
(azr/frg)






























