Logo Bloomberg Technoz

Kini, posisi asing di SBN mencapai Rp921,38 triliun, terbesar sejak 19 November 2021 silam.

Bila dihitung total, nilai belanja asing di pasar Indonesia untuk dua instrumen itu mencapai US$ 1,83 miliar atau hampir Rp30 triliun selama Mei saja.

Nilai belanja asing di Indonesia mengalahkan arus modal global di Filipina (-US$ 1,9 miliar), Thailand (US$ 440,4 juta), Vietnam (US$ 87,5 juta), juga India (US$180,6 juta).

Meski masih kalah jauh dari Malaysia (US$ 2,46 miliar), juga Korea Selatan (US$ 12,74 miliar) dan Taiwan (US$ 8,14 miliar).

Melepas SRBI

Animo asing yang membesar baik di pasar ekuitas dan fixed income, agaknya juga menjadi efek dari kian luruhnya pamor Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). 

Data Bank Indonesia mencatat, sampai data 19 Mei lalu, posisi asing di SRBI sudah berkurang Rp12,14 triliun dibanding akhir April. Tingkat bunga SRBI yang makin turun, seiring langkah Bank Indonesia memperkuat stance pro growth, membuat daya tarik instrumen tenor pendek itu jadi tak menarik.

Yield SRBI tenor terpanjang 12 bulan saat ini ada di level terendah sejak instrumen hot money ini pertama kali ditawarkan pada 2023, yakni di 6,28%. 

Dengan prospek BI rate mungkin akan melanjutkan penurunan seiring kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi, yield SBN kini di kisaran di atas 6% jadi lebih menarik.

Yang pasti, belanja asing yang kembali merebak di pasar saham dan surat utang domestik telah membantu perbaikan harga aset-aset.

IHSG mencetak kenaikan 6,04% selama Mei. Sementara indeks harga surat utang negara, INDOBEX, mencetak kenaikan 0,77% pada periode yang sama.

Yield tenor pendek SBN 2Y sebulan terakhir sudah terpangkas 28,9 basis poin. Begitu juga tenor 5Y yang turun imbal hasilnya 16 basis poin bersama tenor 10Y yang juga turun 7,4 basis poin, mencerminkan kenaikan harga.

Bila tren penurunan BI rate berlanjut seperti banyak diprediksi oleh para analis asing untuk sisa tahun ini, harga obligasi negara bisa makin terangkat. Pun halnya saham, akan mendapatkan katalis positif.

(rui)

No more pages