Logo Bloomberg Technoz

Sayangnya, masih banyak kesalahan umum yang dilakukan dalam perencanaan dana pendidikan. Mulai dari menunda investasi hingga anak masuk SD, hanya mengandalkan tabungan konvensional, hingga menyamakan fungsi asuransi pendidikan dengan investasi.

“Kesalahan-kesalahan ini dapat berdampak pada kurangnya dana saat dibutuhkan, atau bahkan memaksa orang tua berutang untuk membiayai pendidikan anak,” lanjut laporan tersebut.

Siaran pers juga menekankan pentingnya literasi keuangan di kalangan keluarga. Orang tua diajak untuk terus belajar, baik melalui buku, seminar, maupun platform digital. Bahkan, anak-anak disarankan mulai dikenalkan dengan konsep dasar keuangan sejak dini.

“Perencanaan dana pendidikan anak bukan sekadar wacana. Ini adalah tindakan nyata yang dapat dimulai hari ini,” tegasnya. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah menentukan target dana pendidikan, menghitung kebutuhan dan jangka waktunya, serta memilih kombinasi investasi yang sesuai.

Evaluasi portofolio secara berkala juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Dengan pendekatan yang tepat, setiap orang tua dapat memberikan pilihan pendidikan terbaik bagi anak, tanpa harus terbebani secara finansial.

Karena sesungguhnya, masa depan cerah anak-anak dimulai dari keputusan keuangan orang tua hari ini.

(tim)

No more pages