Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan dalam pertemuan tersebut tentunya TNI akan menghasilkan ketercukupan dalam penyediaan obat-obat di RI.
Pasalnya, kata dia, bahan baku obat-obatan di RI 90% lebih masih impor, sedangkan sisanya bahan baku obat-obatan dalam negeri justru lebih mahal dari itu.
“Dan mungkin dengan keterlibatan TNI bisa mempermudah proses ketercukupan obat-obatan kita yang masih kurang sekarang. Kalau dalam konteks swasta kan kita tahu ada sekitar lebih dari 240 perusahaan obat,”kata Taruna di Gedung BPOM RI, Jakarta Pusat, Selasa (20/5).
“Di situ ada manufakturinya, ada pabriknya, ada 3 ribuan distributor obat. Tapi kan yang salah satu masalah kita adalah ketersediaan bahan baku, contoh paling konkret, kapsul obat,” tambahnya.
(dec/spt)



























